TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS – Final cabang lomba tilawah remaja putra dan putri pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXIV tingkat Provinsi Sulawesi Selatan di Kabupaten Maros tuntas digelar, Jumat (17/4/2026).
Sebanyak delapan finalis terbaik, masing-masing empat putra dan empat putri, tampil di panggung utama Lapangan Pallantikang, Maros.
Para finalis merupakan perwakilan terbaik dari kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan yang sebelumnya lolos dari babak penyisihan.
Meski persaingan berlangsung ketat, seluruh peserta menunjukkan kemampuan terbaik dalam melantunkan ayat suci Al-Qur’an.
Hasil penilaian dewan hakim terhadap para finalis tersebut akan diumumkan pada malam penutupan MTQ, Sabtu (18/4/2026).
Salah satu finalis yang menjadi sorotan adalah Ma’rifah Rahman, perwakilan Kabupaten Pangkep yang dikenal sebagai juara bertahan.
Perempuan 23 tahun itu mengungkapkan, persiapan menuju MTQ dilakukan secara disiplin.
Mulai dari mengikuti pelatihan hingga menjaga kondisi tubuh.
“Persiapannya itu ada pelatihan-pelatihan, terus menjaga kesehatan, pola makan, pola tidur, serta menghindari makanan dan minuman yang bisa mengganggu suara,” katanya saat ditemui di lapangan pallantikang.
Ia mengaku telah mengikuti MTQ sejak kelas 2 SD dan sudah lebih dari 10 kali tampil di tingkat provinsi.
Dari keikutsertaannya itu, Ma’rifah telah meraih sejumlah prestasi.
“Dari SD kelas 6 itu sudah dapat (juara),” katanya.
Ia juga menyebut pernah meraih Juara 1 Tilawah Remaja pada tahun 2018, 2020, 2022, dan 2024.
Tak hanya itu, pada 2025 lalu, ia juga berhasil menjadi Juara 1 Tilawah Dewasa tingkat provinsi.
Menurutnya, ketertarikannya mengikuti MTQ karena merasa menemukan jati diri dalam bidang tilawah.
“Karena saya merasa jati diri saya ada di sini. Selain itu, untuk silaturahmi dengan teman-teman, dan masya Allah karena kita kan dekat dengan Al-Qur’an melalui kompetisi ini,” jelasnya.
Pada babak final, Ma’rifah membacakan Surah Al-Anbiya ayat 51 yang ditentukan oleh panitia.
Saat ini, Ma’rifah tengah melanjutkan pendidikan S2 di STAI Al-Furqan Makassar.
Sebelumnya, ia menyelesaikan pendidikan S1 di Universitas Islam Makassar dan pernah mengenyam pendidikan di DDI Barru-Barru Tangngae, Kabupaten Pangkep.
Ia berharap dapat kembali meraih juara pada perhelatan 2 tahunan itu.
“Targetnya tentu ingin mempertahankan juara. Kalau saingan di final sudah pasti berat semua karena yang terbaik dari seluruh kabupaten ada di sini,” ujarnya.
Ia menilai pesaing terberat berasal dari Kabupaten Pinrang dan tuan rumah Maros.
Sementara itu, finalis lainnya dari Kabupaten Pangkep, Akhyar, juga mengaku bersyukur dapat menembus babak final.
“Alhamdulillah, suatu kesyukuran yang luar biasa bagi saya. Saya sangat bersyukur karena mendapatkan kesempatan untuk lolos ke babak final. Sekarang tinggal menyerahkan hasil akhirnya nanti kepada Allah SWT,” katanya.
Akhyar menyebut, persiapan dilakukan dengan latihan rutin setiap hari.
“Kalau latihan, kita lakukan setiap hari secara rutin. Biasanya saya latihan setiap waktu Subuh dan setelah Maghrib,” ungkapnya.
Ia mengikuti cabang lomba tilawah remaja dan telah menekuni bidang tersebut sejak tahun 2011.
Motivasi utamanya adalah untuk terus berprestasi dan bisa melangkah ke tingkat yang lebih tinggi.
“Motivasinya tentu supaya bisa selalu berprestasi dan harapannya bisa lolos sampai ke tingkat nasional,” tutup pemuda berusia 24 tahun itu.
Akhyar juga mengungkapkan pernah meraih juara lomba Qira’at Murattal Remaja di Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, untuk tingkat provinsi.