TRIBUNNEWS.COM - Langkah besar terjadi dalam dunia sepak bola Arab Saudi, khususnya menyangkut klub raksasa Al Hilal.
Perusahaan investasi Kingdom Holding Company kini resmi mengakuisisi 70 persen saham Al Hilal dari Public Investment Fund (PIF) atau dana investasi publik.
Transaksinya mencapai 840 juta riyal Saudi atau sekitar Rp3,5 triliun, yang menjadi salah satu transaksi terbesar dalam sejarah olahraga di kawasan tersebut.
Kesepakatan ini ditandatangani pada 16 April 2026 dan masih menunggu beberapa persetujuan regulator sebelum benar-benar rampung.
Nilai total perusahaan klub Al Hilal diperkirakan mencapai 1,4 miliar riyal, dengan nilai ekuitas sekitar 1,2 miliar riyal.
Artinya, harga 70 persen saham yang dibeli oleh Kingdom Holding berada di angka 840 juta riyal Saudi atatu sekira Rp3,5 triliun.
PIF sebelumnya menjadi pemegang saham utama sejak 2023, ketika pemerintah Arab Saudi mulai mendorong transformasi klub-klub sepak bola menjadi entitas bisnis profesional.
Dalam periode itu, Al Hilal mengalami perkembangan signifikan, baik dari sisi manajemen, infrastruktur, hingga pendapatan.
Baca juga: Hasil Klasemen Liga Arab Saudi: Cristiano Ronaldo Tanpa Gol Minta Penalti, Al Nassr Tetap 3 Poin
Sebagai salah satu klub terbesar di Asia, Al Hilal memang memiliki sejarah panjang sejak berdiri pada 1957.
Klub ini telah meraih sekitar 90 trofi resmi, termasuk empat gelar Liga Champions Asia dan 21 gelar liga domestik.
Klub yang kini dilatih oleh Simone Inzaghi ini juga pernah menjadi runner-up Piala Dunia Antarklub 2022.
Dari sisi bisnis, pendapatan klub terus meningkat dalam tiga tahun terakhir.
Seperti dilansir Al Aawsat, pada tahun fiskal 2025, pendapatan mencapai 842 juta riyal naik dari 659 juta riyal pada 2024 dan 413 juta riyal pada 2023.
Pertumbuhan ini didorong oleh sponsor, penjualan merchandise, dan pemasukan dari pertandingan.
Adapun akuisisi ini merupakan bagian dari strategi Kingdom Holding untuk memperluas investasi di sektor olahraga dan hiburan yang sedang berkembang pesat di Arab Saudi.
Langkah ini juga sejalan dengan program besar pemerintah, yaitu Vision 2030, yang bertujuan mengurangi ketergantungan pada minyak dan mengembangkan sektor ekonomi baru.
Baca juga: Nekat Main Bela Al Nassr Lawan Al Ettifaq, Cristiano Ronaldo Muntah Setelah Ditarik Keluar
Ketua Kingdom Holding, Al-Waleed bin Talal, menyebut Al Hilal sebagai simbol kebanggaan nasional.
Ia menegaskan bahwa investasi ini bukan hanya soal bisnis, tetapi juga untuk mengembangkan olahraga dan memperkuat posisi klub di tingkat global.
"Al Hilal adalah simbol nasional dan sumber kebanggaan bagi rakyat Saudi," kata Bin Talal, dikutip dari Al Aawsat.
"Akuisisi ini mengungkapkan keyakinan kami yang mendalam pada kekuatan olahraga sebagai kekuatan pemersatu dan katalis bagi pembangunan nasional," kata dia.
Dengan struktur kepemilikan baru, Al Hilal diharapkan bisa semakin berkembang secara komersial, memperluas kerja sama internasional, dan membangun fasilitas olahraga berstandar dunia.
Selain itu, langkah ini juga membuka peluang lebih besar bagi sektor swasta untuk terlibat dalam industri olahraga di Arab Saudi.
Bagi Al Hilal, masuknya Kingdom Holding Company sebagai pemilik mayoritas Al Hilal diperkirakan akan membawa perubahan dalam peta persaingan Liga Pro Saudi.
Selama ini, dominasi finansial Public Investment Fund membuat beberapa klub besar seperti Al Nassr, Al Ahli, dan Al Ittihad berkembang pesat dengan dukungan investasi besar serta kedatangan pemain-pemain bintang dunia.
Dengan perubahan kepemilikan ini, Al Hilal kini memiliki arah yang lebih independen dalam menentukan strategi, baik dari sisi bisnis maupun penguatan tim.
Klub berpeluang bergerak lebih fleksibel di bursa transfer dan menjalin kerja sama internasional tanpa harus sepenuhnya berada dalam kerangka besar yang sebelumnya dikendalikan PIF.
Kondisi ini bisa membuat persaingan antarklub menjadi lebih terbuka, karena setiap tim kini memiliki pendekatan dan kekuatan finansial yang tidak sepenuhnya seragam.
Di sisi lain, tantangan tetap ada. PIF masih menjadi kekuatan besar di belakang beberapa klub pesaing.
Itu artinya Al Hilal harus mampu menjaga konsistensi investasi agar tidak tertinggal dalam persaingan perekrutan pemain maupun pengembangan tim.
Namun, dengan fondasi kuat yang sudah dimiliki, Al Hilal diyakini tetap menjadi kandidat utama dalam perebutan gelar.
(Tribunnews.com/Tio)