TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Pekanbaru menggandeng Pemerintah Provinsi Riau untuk memperkuat pengawasan pangan sekaligus mengendalikan resistensi antimikroba melalui pertemuan lintas sektor, Kamis (16/4/2026).
Kegiatan ini menggabungkan tiga agenda strategis yang dinilai krusial bagi kesehatan masyarakat dan daya saing daerah.
Kepala BBPOM di Pekanbaru menyampaikan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi tantangan pengawasan obat dan makanan yang semakin kompleks.
Menurutnya, sinergi antara pusat dan daerah menjadi kunci untuk memastikan keamanan produk yang beredar di masyarakat.
Dalam agenda Advokasi Kabupaten/Kota Pangan Aman, pemerintah daerah didorong untuk memperkuat sistem keamanan pangan di masing-masing wilayah.
"Hal ini dinilai penting untuk menekan risiko keracunan serta juga meningkatkan kualitas dan daya saing produk lokal kita," kata Alex dalam kesempatan itu.
Selain itu, isu pengendalian resistensi antimikroba juga menjadi perhatian utama.
BBPOM mengingatkan pentingnya pengawasan distribusi obat serta edukasi kepada masyarakat agar tidak menggunakan antibiotik tanpa resep dokter yang berpotensi menyebabkan kekebalan kuman.
Baca juga: BBPOM Pekanbaru Kembali Periksa Sampel Takjil, Wako Pekanbaru Pastikan Takjil di Pasar Ramadan Aman
Sementara itu, melalui Monitoring dan Evaluasi DAK Non-Fisik BOK POM, pemerintah memastikan penggunaan anggaran tahun 2026 berjalan secara akuntabel dan tepat sasaran.
Evaluasi ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas program pengawasan di lapangan.
Pertemuan tersebut dibuka oleh Sekretaris Daerah Provinsi Riau dan dihadiri para Sekda kabupaten/kota di wilayah kerja BBPOM Pekanbaru.
Turut hadir jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, mulai dari Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian, hingga Dinas Ketahanan Pangan.
Sebagai penutup, Sekda Provinsi Riau menekankan bahwa keberhasilan kegiatan ini tidak hanya diukur dari terselenggaranya acara, tetapi dari dampak nyata di lapangan.
Ia berharap penguatan pengawasan dan optimalisasi anggaran dapat benar-benar dirasakan masyarakat melalui keamanan pangan dan obat yang lebih terjamin.
(Tribunpekanbaru.com/Alexander)