17 Calon Jamaah Haji Kabupaten Kediri Gagal Berangkat Musim 2026, Ini Penyebabnya
Ndaru Wijayanto April 17, 2026 04:14 PM

 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Isya Anshori

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Sebanyak 17 calon jamaah haji (CJH) asal Kabupaten Kediri dipastikan gagal berangkat ke Tanah Suci pada musim Haji 2026. 

Pembatalan tersebut disebabkan kondisi kesehatan yang tidak memenuhi syarat istithaah atau kemampuan secara fisik untuk menjalankan ibadah haji.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, dr. Bambang Triyono Putro membenarkan adanya puluhan CJH yang tidak bisa diberangkatkan tahun ini.

"Ada 17 CJH yang tidak Istithaah," kata Bambang saat dikonfirmasi, Jumat (17/4/2026). 

Menurutnya, sebagian besar CJH Kabupaten Kediri yang batal berangkat mengalami penyakit kronis yang berisiko tinggi jika tetap dipaksakan menjalani ibadah haji dengan aktivitas fisik yang berat.

"Yang banyak karena gagal ginjal, stroke, jantung dan yang mobilitasnya terbatas," imbuhnya. 

Bambang menambahkan, kondisi kesehatan menjadi faktor utama dalam penentuan kelayakan keberangkatan. Mengingat ibadah haji membutuhkan stamina yang kuat serta kesiapan fisik menghadapi suhu ekstrem di Arab Saudi.

Baca juga: Aturan untuk Jemaah Haji Indonesia, Bawa Uang Rp100 Juta Wajib Lapor ke Bea Cukai

Setelah tahap ini, seluruh CJH akan kembali menjalani pemeriksaan kesehatan lanjutan oleh tim medis di asrama haji sebagai bagian dari proses akhir sebelum keberangkatan.

"Tes kesehatan oleh tim asrama haji," ucap Bambang.

Selain itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri juga memastikan bahwa setiap kelompok terbang (kloter) akan didampingi oleh tenaga medis guna mengantisipasi kondisi darurat selama perjalanan maupun saat menjalankan ibadah.

"Tim medis akan ikut di setiap kloter," ungkapnya.

Bagi CJH yang tidak bisa diberangkatkan karena kondisi kesehatan berat dan sulit dipulihkan, peluang keberangkatan dapat dialihkan kepada ahli waris sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Proses penggantian tersebut harus melalui pengajuan resmi ke Kementerian Agama dan biasanya dilakukan apabila kondisi CJH dinilai tidak memungkinkan untuk pulih dalam waktu dekat.

Sebagai informasi, total sebanyak 1.275 CJH asal Kabupaten Kediri telah resmi dilepas untuk berangkat ke Tanah Suci. Mereka terbagi dalam empat kloter yang dijadwalkan berangkat mulai 19 Mei 2026.

Pemerintah daerah pun terus mengingatkan pentingnya kesiapan fisik bagi para jamaah, termasuk dengan rutin berolahraga ringan seperti berjalan kaki guna menunjang daya tahan tubuh selama menjalankan rangkaian ibadah haji.

Baca juga: Polemik War Tiket Haji, MUI Ingatkan Potensi Calo Hingga Nasib Jemaah yang Antre

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.