TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT – Menjelang Hari Raya Idul Adha 2026, kebutuhan hewan kurban di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah diprediksi mengalami peningkatan. Namun di balik tingginya permintaan tersebut, ketersediaan stok ternak justru masih belum mencukupi.
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kotim mencatat, berdasarkan data sementara dari para pengepul, kebutuhan sapi tahun ini diperkirakan mencapai 1.114 ekor.
Dari jumlah tersebut, masih terdapat kekurangan sekitar 651 ekor. Sementara itu, kebutuhan kambing tercatat sebanyak 448 ekor, dengan kekurangan sekitar 303 ekor.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kotim Yephi Hartady Periyanto, mengatakan angka tersebut masih bersifat dinamis dan akan terus diperbarui seiring perkembangan di lapangan.
“Data ini kami peroleh dari para pengepul. Untuk perkembangan selanjutnya, apakah target tersebut dapat terpenuhi atau tidak, akan terus kami pantau,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).
Di tengah meningkatnya aktivitas jual beli hewan kurban, pemerintah daerah juga mulai bersiap melakukan pengawasan ketat.
Yephi menjelaskan, pemeriksaan kesehatan dan kelayakan hewan kurban akan mulai dilakukan paling lambat dua minggu sebelum hari raya atau H-14.
Menurutnya, pemeriksaan akan dilakukan di titik-titik penjualan seiring masuknya hewan kurban dari berbagai daerah.
“Pemeriksaan akan disesuaikan dengan kedatangan hewan kurban di titik-titik penjualan. Semua hewan yang masuk akan kami cek kesehatannya,” jelasnya.
Tak hanya itu, hewan yang dinyatakan sehat dan layak potong akan diberi tanda khusus dari dinas sebagai bentuk jaminan bagi masyarakat.
Di sisi lain, meningkatnya permintaan juga berdampak pada harga hewan kurban. Tahun ini, harga diperkirakan mengalami kenaikan sekitar 15 hingga 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Baca juga: Idul Adha 2025, Sekretariat DPRD Kotim Potong Empat Hewan Kurban, Bagikan 500 Kupon untuk Pegawai
Baca juga: DPKP Kotim Awasi Kesehatan Hewan Kurban dari LSD dan PMK Jelang Idul Adha 2025
“Kenaikan harga ini wajar karena mengikuti peningkatan permintaan menjelang Iduladha,” kata Yephi.
Meski harga ternak naik, ia memastikan kondisi tersebut tidak akan berpengaruh signifikan terhadap harga daging di pasaran. Pasalnya, daging kurban tidak diperjualbelikan secara umum seperti daging di pasar tradisional.
“Yang mengalami kenaikan itu harga ternaknya. Sementara daging kurban tidak diperjualbelikan secara umum, sehingga pengaruhnya terhadap harga daging di pasar relatif kecil,” pungkasnya.