Viral Tradisi Respons "Siap Pak" di Grup WA Pemda, Anies Baswedan Akui Pernah Larang di DKI
Satrio Sarwo Trengginas April 17, 2026 04:52 PM

TRIBUNJAKARTA.COM - Viral di media sosial sebuah unggahan di Threads yang menyoroti budaya respons 'siap pak' di grup WhatsApp lingkungan pemerintah daerah. 

Unggahan itu menuai sorotan publik. 

Curhatan itu diunggah oleh akun @125phere. 

Dalam curhatannya, ia menggambarkan bagaimana setiap informasi dari atasan di grup WhatsApp harus dibalas dengan kalimat serupa sampai membuat pesan penting justru tenggelam. 

"Di pemda tempat gue, kalau ada atasan ngasih info, semua orang di grup wa WAJIB reply 'siap pak', yang reply bisa 100 an, infonya tenggelem. Terus apa yang terjadi jika tidak kita reply? Ditegur, kok bisa? Gue dah beberapa kali ditegur karena gak ngetik ‘siap pak’, tapi ya bodo amat," tulis akun tersebut pada Kamis (16/4/2026).

Postingan itu pun dengan cepat viral dan memancing beragam tanggapan dari netizen. 

Banyak yang mengaku mengalami hal serupa di lingkungan kerja masing-masing, khususnya di instansi pemerintahan.

Direspons Anies Baswedan

Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, turut memberikan komentar atas fenomena tersebut.

Ia mengaku pernah menghadapi kondisi serupa saat awal menjabat sebagai Gubernur di Pemprov DKI Jakarta.

Selain kata 'siap', Anies juga menyoroti kebiasaan jajarannya yang mengucapkan 'mohon izin' sebelum berbicara kepada atasannya. 

"Persis… Saat masih awal bertugas di DKI sampai harus melarang jajaran ramai2 jawab “Siap, Pak Gubernur,” di grup WA bersama. Karena saya pun jd kesulitan cari pesan yg substantif.
Satu lagi: bilang “mohon izin” saat sudah diberi kesempatan bicara. Kalau yg bicara eselon 4, maka ia izin dulu ke eselon 3, eselon 2, eselon 1 di atasnya, lalu sekda, wagub, gub, sebelum akhirnya bicara. :)
Kami bertemu banyak ASN hebat di Pemprov, tapi mmg ada tradisi2 kerja yg sebenarnya tak perlu lagi ada," tulis Anies Baswedan. 

Pernyataan tersebut semakin memperkuat sorotan terhadap budaya komunikasi di lingkungan birokrasi yang dinilai kurang efektif.

Meski demikian, Anies juga menegaskan bahwa banyak aparatur sipil negara (ASN) yang memiliki kinerja baik, hanya saja masih terdapat kebiasaan kerja lama yang perlu diperbaiki.

Berita terkait

  • Baca juga: Pramono Dinilai Minim Gebrakan, Warga Rindu Era Ahok dan Anies Soal Kebersihan Kali Ciliwung
  • Baca juga: Program Anies Berlanjut di Era Gubernur Pramono, Jejak Trem di Kota Tua Bakal Dihidupkan Lagi
  • Baca juga: Hendri Satrio Sebut Anies Punya Cerita Politik Gak Enak, Ada 2 Pilihan Berat Menuju Pilpres 2029

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.