TRIBUNJAKARTA.COM, CAKUNG - Rencana Pemkot Jakarta Timur memberikan insentif bagi warga yang secara aktif membantu operasi penangkapan ikan sapu-sapu disambut baik warga.
Tedy Supriyadi (43), nelayan ikan sapu-sapu di Kali Ciliwung, Kramat Jati berharap rencana dapat terealisasi agar dapat membantu kebutuhan hidup sehari-hari para nelayan sepertinya.
Menurutnya para nelayan sapu-sapu di sepanjang Kali Ciliwung secara tidak langsung sudah sejak lama membantu Pemprov DKI Jakarta untuk mengendalikan populasi sapu-sapu.
"Namanya itu (ikan sapu-sapu termasuk) hama juga. Kan kita juga secara enggak langsung membantu membasmi ikan kan," kata Tedy di Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (17/4/2026).
Rencana pemberian insentif disambut baik karena setiap harinya para nelayan ikan sapu-sapu harus bekerja ekstra untuk mendapat keuntungan dari daging ikan sapu-sapu dijual.
Mereka tidak hanya harus menangkap ikan sapu-sapu dari aliran Kali Ciliwung, tapi juga memotong ikan sapu-sapu untuk mengambil bagian daging yang dijual Rp15-Rp20 ribu per kilogram.
Tapi karena daging ikan sapu-sapu sedikit, dari 100 kilogram ikan sapu-sapu hasil tangkapan maka daging yang diperoleh setelah proses pemotongan hanya berkisar 30 kilogram.
"Kalau dijual mentah per ekor belum dipotong enggak ada yang mau, harus sudah bentuk daging. Kalau dapat insentif kan kita enggak perlu motong-motong untuk ambil daging," ujarnya.
Tedy menuturkan bila rencana insentif bagi penangkap sapu-sapu terealisasi, maka para nelayan cukup menangkap sapu-sapu lalu menyerahkannya ke petugas untuk dikubur.
Mereka tidak perlu bersusah payah memotong ikan sapu-sapu yang memiliki kulit keras hanya untuk mengambil bagian daging ikan, sehingga meringankan beban kerja para nelayan.
"Kalau daging itu rata-rata kita jual Rp15-Rp20 ribu ke pengepul. Sehari bisa dapat Rp400-Rp500 ribu, tapi kerjanya lama. Untuk menangkap bisa delapan jam, motong daging lima jam," tuturnya.
Sebelumnya Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur berencana memberikan insentif bagi warga yang secara aktif membantu dalam operasi penangkapan ikan sapu-sapu.
Skema pemberian insentif bagi warga ini dimungkinkan, mengingat populasi ikan sapu-sapu di Jakarta sudah terlampau banyak dan butuh waktu untuk melakukan penangkapan.
"Bisa atau tidak untuk diganti dengan nilai keuangan. Nah, nanti coba kita akan bicarakan dengan Baznas Bazis. Mekanismenya coba kita musyawarahkan," kata Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin.
Baca juga: Gubernur Pramono Bikin Terobosan Kembangkan Solar Panel Demi Kurangi Penggunaan BBM
Baca juga: Wanita 49 Tahun Ditemukan Tewas di Serpong, Diduga Korban Pembunuhan
Baca juga: 3 Ton Ikan Sapu-sapu Ditangkap di Setu Babakan Jaksel, Lurah Pastikan Dikubur di Lokasi Aman