TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo resmi melepas ratusan jemaah yang akan mengikuti Ibadah Haji 1447 Hijriah (H) atau 2026 Masehi.
Mereka akan berangkat ke Tanah Suci Makkah, Arab Saudi melalui Embarkasi Haji DIY di YIA yang akan beroperasi perdana untuk Ibadah Haji tahun ini.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kulon Progo, Mulyono menyampaikan ada sebanyak 384 jemaah calon haji asal Kulon Progo yang akan diberangkatkan untuk Ibadah Haji tahun ini.
"384 jemaah calon haji asal Kulon Progo akan terbagi dalam 4 kloter," katanya pada Jumat (17/04/2026).
Jemaah asal Kulon Progo paling banyak berada dalam Kloter 1 YIA, yaitu sebanyak 354 jemaah dengan 6 petugas. Mereka dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci Makkah pada tanggal 21 April 2026.
Berikutnya ada Kloter 2 dan 7 yang diisi masing-masing 1 jemaah karena adanya optimalisasi cadangan haji yang naik. Kloter 2 berangkat pada 21 April, sedangkan Kloter 7 berangkat pada 29 April.
"Terakhir ada sebanyak 28 jemaah yang masuk Kloter 26 YIA, dijadwalkan berangkat pada 21 Mei 2026," ujar Mulyono.
Baca juga: Kisah Mbah Mardijiyono: Usia 103 Tahun, Tunaikan Wasiat Istri Jadi Jemaah Haji Tertua DIY
Ia mengatakan 80 persen jemaah asal Kulon Progo merupakan kelompok lanjut usia (lansia). Jemaah tertua adalah Satiyo, kakek berumur 85 tahun asal Kapanewon Panjatan.
Menurut Mulyono, sebanyak 166 jemaah berada di kelompok umur 51-64 tahun. Berikutnya adalah kelompok umur 65-84 tahun sebanyak 127 orang, umur 31-50 tahun sebanyak 84 orang, serta umur 19-30 tahun sebanyak 6 orang jemaah.
"Jemaah calon haji dari Kulon Progo didominasi perempuan sebanyak 214 orang dan laki-laki ada 170 orang," kata Mulyono.
Bupati Kulon Progo Agung Setyawan turut memberikan sejumlah pesan bagi para jemaah.
Salah satunya agar mereka selalu menjaga kondisi kesehatan dan fisik selama berada di Tanah Suci untuk Ibadah Haji.
Apalagi sebagian besar jemaah asal Kulon Progo masuk kategori lansia atau disebut sebagai jemaah risiko tinggi. Ia berpesan agar para jemaah mampu hemat tenaga dan tetap berhati-hati selama beribadah.
"Perlu manajemen tenaga fisik agar tetap aman selama menjalani Ibadah Haji, jangan sampai tenaganya melebihi usaha," jelas Agung. (alx)