TRIBUNJAKARTA.COM - Atmosfer jelang laga Clash of Legends Jakarta 2026 semakin terasa, sejumlah nama besar sepak bola dunia dipastikan hadir meramaikan event ini.
Pertandingan yang mempertemukan bintang dunia ini akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Sabtu (18/4/2026) malam.
Meski tidak semuanya turun ke lapangan, kehadiran para legenda tetap menjadi magnet utama bagi para penggemar.
Dua di antaranya adalah Ronaldo Nazario dan Patrick Kluivert yang ikut ambil bagian dalam acara tersebut.
Dalam konferensi pers yang digelar di kawasan Jakarta Selatan, kedua legenda itu berbagi cerita sekaligus menunjukkan antusiasme mereka menyambut pertandingan.
Kluivert mengaku memiliki kenangan tersendiri dengan Stadion Gelora Bung Karno.
Ia menyebut stadion kebanggaan Indonesia itu memiliki atmosfer yang sulit dilupakan.
“Gelora Bung Karno adalah tempat istimewa. Senang rasanya bisa kembali ke sini. Saya ingat betul ketika masih melatih di sini, para fans benar-benar luar biasa dalam mendukung. Mereka selalu ada di belakang tim dan membuat hal yang mustahil, menjadi mungkin,” ucap Kluivert.
“Semoga pertandingan besok bisa berlangsung seru. Kita kedatangan Ronaldo di sini, yang menurut saya merupakan penyerang terbaik sepanjang masa. Itu tidak bisa dibantah,” Kluivert menambahkan.
Sementara itu, Ronaldo mengungkapkan kebahagiaannya bisa kembali menginjakkan kaki di Indonesia setelah bertahun-tahun lamanya.
Ia mengaku terkesan dengan kecintaan masyarakat terhadap sepak bola yang tak pernah luntur.
“Senang sekali bisa kembali ke sini. Terakhir saya ke sini waktu masih 17 tahun. Saya akui, antusiasme masyarakat Indonesia tentang sepak bola masih sama. Mereka benar-benar menggilai sepak bola,” kenang Ronaldo.
“Tapi yang berbeda adalah sekarang saya tidak secepat dulu. Jadi jangan berharap akan melihat saya berlari mengejar bola."
"Sebaliknya, saya akan mengarahkan teman-teman dari pinggir lapangan. Saya senang banyak yang datang kali ini dan semoga pertandingan besok berjalan menarik," imbuhnya.
Ia juga menegaskan bahwa laga ini lebih menjadi ajang reuni dan nostalgia para pemain yang pernah bersinar di level tertinggi.
Dalam pertandingan nanti, Ronaldo dipastikan tidak akan turun bermain dan lebih berperan sebagai manajer tim.
Kondisi fisik menjadi alasan utama di balik keputusan tersebut.
“Sudah lama saya tidak bermain sepakbola. Sekarang saya lebih sering bermain tenis dan tidak lagi berlari seperti dulu. Dulu saya sangat cepat, tapi sekarang saya rasa tidak bisa seperti itu lagi,” ujar Ronaldo dalam konferensi pers Clash of Legend di Dharmawangsa Hotel, Jakarta, Jumat (17/4/2026).
Meski begitu, ia tidak sepenuhnya menutup kemungkinan untuk tampil jika benar-benar dibutuhkan.
“Saya akan hadir, dan jika tim membutuhkan, saya bisa mencoba. Namun kemungkinan besar saya hanya akan menjadi manajer. Saya berharap tim tidak membutuhkan saya bermain karena saya sudah tidak seperti dulu lagi,” sambungnya.
Ronaldo memilih menikmati momen kebersamaan dibanding memaksakan diri tampil di lapangan.
"Saya yakin ini akan menjadi hari yang indah. Orang-orang mengenang saya saat masih cepat, menggiring bola, dan mencetak gol. Tapi saya rasa bukan ide bagus jika sekarang saya bermain dalam kondisi yang tidak seperti dulu. Lebih baik menikmati momen, bertemu teman lama, dan menikmati pertandingan,” terangnya.
“Saya harap stadion akan penuh,” harapnya.
Di sisi lain, Kluivert juga dipastikan absen bermain karena mengalami cedera otot paha yang didapatnya beberapa waktu lalu.
“Maaf menyela, tapi saya merasakan hal yang sama. Namun saya harus mengatakan, pada masa saya, Ronaldo adalah striker terbaik di dunia,” ujar Kluivert.
“Sayangnya minggu lalu saya mengalami cedera otot paha, jadi saya tidak bisa bermain besok. Ini tentu mengecewakan, tetapi saya tetap senang bisa hadir dan mendukung acara ini,” ungkapnya.
Baca juga: BOCORAN Owner Meeting: 18 Tim Super League Dikumpulkan, PSSI dan I.League Tekankan Fondasi Klub
Baca juga: H-1 PSBS Biak Vs Persija: Prediksi Skor, Tiga Andalan Macan Kemayoran Absen, Lawan Diterpa Krisis
Baca juga: Gubernur Pramono Sentil BUMD: Jangan Cuma ‘Jago Kandang’, Harus Berani Ekspansi