TRIBUNJATENG.COM, NGANJUK – Kasus dugaan perselingkuhan oknum polisi dengan seorang wanita berinisial AN, telah diketahui Kepala Disnaker Kabupaten Nganjuk, Itsna Shofiani.
Itsna tak menampik jika di Disnaker Kabupaten Nganjuk ada pegawai wanita yang berinisial AN.
Namun pihaknya tidak bisa memastikan apakah AN yang dimaksud dalam kasus dugaan perselingkuhan dengan oknum polisi tersebut.
Baca juga: Heboh, Oknum Polisi di Nganjuk Diduga Selingkuh, Digerebek Warga di Kontrakan
• Geger Bayi Tewas Membusuk di Lemari Kamar Indekos Candrageni Tegal, Begini Kata Saksi
"Jumat (17/4/2026) sore, AN pulang dari kantor sekira pukul 15.00," ujar Itsna seperti dilansir dari Kompas.com.
Itsna menjelaskan, hari tersebut dirinya kurang begitu memantau para pegawai di jajarannya karena belum optimal. Dia baru pulang dari umrah sehingga kurang fit.
Namun dia tak menampik sempat bertemu secara langsung dengan AN yang merupakan pegawai PPPK di kantor.
Meski demikian, pihaknya belum dapat memastikan apakah perempuan yang dimaksud dalam peristiwa tersebut benar merupakan pegawai Disnaker.
"Kami akan coba pastikan terlebih dahulu. Kalau benar, kami tentu akan mengambil langkah-langkah prosedural bagaimana untuk tindakan berikutnya, termasuk pembinaan maupun lainnya," jelasnya.
Itsna menerangkan, selama ini dirinya belum pernah menerima laporan atau informasi terkait perilaku pribadi pegawai yang bersangkutan.
"Karena saya sebagai orang yang dianggap baru (menjabat), itu secara pribadi selama ini masih belum melihat teman-teman di luar seperti apa, belum mendengar seperti itu," tuturnya.
Terkait identitas, Itsna tidak menampik bahwa perempuan berinisial AN terdaftar sebagai pegawai Disnaker Kabupaten Nganjuk, namun dia kembali menegaskan belum ada kepastian bahwa orang dalam kasus tersebut adalah individu yang sama.
"Coba kami telusuri terlebih dahulu," bebernya.
Disinggung soal kemungkinan sanksi, Itsna menegaskan bahwa pihaknya akan mengikuti mekanisme dan prosedur kepegawaian yang berlaku.
"Kami akan ikuti prosedur kepegawaian. Kemudian kami punya tindakan untuk pembinaan. Kami sesuaikan dengan prosedur kepegawaian yang berlaku seperti apa," katanya.
Dia menambahkan, keputusan lebih lanjut akan diambil setelah dilakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait.
"Kami akan berkonsultasi. Ini harus banyak pihak perlu dilibatkan, termasuk Bupati sebagai pemimpin tertinggi di Pemkab Nganjuk," pungkasnya.
Salah satu rumah kontrakan milik salah satu karyawan bank menjadi sasaran amuk warga karena mendapati penghuninya berselingkuh.
Dari beberapa warga menyebut, penghuni yang mengontrak rumah tersebut adalah seorang polisi yang bertugas di Polres Nganjuk.
Pria tersebut digerebek karena sedang bersama seorang wanita yang kesehariannya bekerja di dinas lingkungan Pemkab Nganjuk.
Seorang oknum anggota Polres Nganjuk dan seorang perempuan yang diduga ASN digerebek warga di sebuah rumah kontrakan di Perumahan Griya Anjuk Ladang 3 Blok L Nomor 01, Kelurahan Begadung, Kecamatan Nganjuk, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur pada Jumat (17/4/2026) sore.
Peristiwa tersebut terjadi setelah keluarga pihak perempuan membuntuti gerak-gerik yang mencurigakan, hingga akhirnya memergoki keduanya berada di dalam rumah tersebut.
Berdasarkan pantauan di lokasi, sebuah mobil Honda Jazz bernomor polisi AA 1466 T yang terparkir di depan rumah menjadi sasaran amarah warga.
Keempat ban kendaraan itu dikempiskan. Ssementara bodi mobil tampak penuh goresan yang diduga akibat benda tumpul maupun benda tajam.
Baca juga: Pemkab Brebes Uji Coba Olah Sampah Organik dengan Maggot di 4 Pasar Tradisional
• Ayah Bejat di Cilacap, 3 Tahun Setubuhi Anak Kandung, Bayi SF Lahir di Kamar Mandi
Saat digerebek, kedua terduga sedang berada di dalam rumah kontrakan.
Sekira pukul 17.20, keduanya keluar dari pintu samping rumah dengan dikawal ketat polisi.
Perempuan yang diketahui berinisial AN itu diduga merupakan PPPK di Disnaker Kabupaten Nganjuk.
Dia menutupi kepala dan wajahnya menggunakan handuk berwarna oranye. Dia mengenakan pakaian cokelat.
Sementara itu, si laki-laki yang disebut-sebut sebagai anggota Polres Nganjuk berinisial D, tampak mengenakan baju hijau.
Keduanya berjalan menunduk di tengah sorakan warga, sebelum masuk ke Mobil Provos Polres Nganjuk.
Terpisah, Kasi Propam Polres Nganjuk, AKP Heri Buntoro menyatakan, pihaknya masih melakukan proses pemeriksaan.
"Nanti saja, ini masih proses," ujarnya seperti dilansir dari Kompas.com, Jumat (17/4/2026).
Saat ditanya mengenai kebenaran status laki-laki tersebut sebagai anggota polisi, AKP Heri belum memberikan kepastian.
"Belum tahu, belum tahu," ucapnya.
AKP Heri pun enggan menyebutkan identitas laki-laki yang digerebek tersebut.
“Segera kami kabari,” papar AKP Heri.
Salah satu keluarga perempuan yang berada di samping AKP Heri pun bersikeras mengatakan bahwa pria tersebut merupakan anggota Polres Nganjuk.
“Pasti anggota Polres Nganjuk,” ujar salah satu keluarga perempuan yang enggan disebutkan namanya.
Sementara itu, Duka, keluarga dari suami perempuan lainnya memaparkan kronologi penggerebekan.
"Kronologi penggembokan ini dia (si perempuan) diikuti dari luar sama adiknya perempuan."
"Diikuti dari jauh, lama-lama terus masuk sini, ditunggu dua-duanya masuk, lama enggak (keluar)," ungkapnya.
Duka menyebut, keberadaan keduanya di rumah tersebut juga sudah lama menjadi perhatian warga sekitar.
Menurut Duka, pria yang digerebek diketahui berinisial D dan disebut bertugas di Polres Nganjuk.
Namun dia dan keluarganya tidak mengetahui secara pasti pangkat maupun jabatannya.
"Tugasnya di Polres Nganjuk. Cuma di rumah kontrakannya enggak dikasih tahu kalau itu anggota," bebernya.
Rumah tersebut diketahui merupakan milik seorang pegawai salah satu bank yang disewakan kepada pria tersebut sejak November 2025.
Kecurigaan keluarga, lanjut Duka, sebenarnya telah muncul sejak dua tahun terakhir.
"Sudah dua tahun yang lalu, sudah bertengkar suami-istri. Jadi yang suami itu dapat informasi dari teman-temannya bahwa istrinya selingkuh, tapi enggak ada bukti, hanya foto-foto enggak jelas."
"Sama adiknya diikuti, terakhir-terakhir ini ketemu mulai hari ini tadi," paparnya.
Penggerebekan dilakukan oleh pihak keluarga dari suami perempuan tersebut, bukan dari kedua belah pihak.
Aksi warga yang mengempiskan ban mobil disebut terjadi karena kedua terduga tidak kunjung keluar dari dalam rumah saat diminta. (*)
Sumber Kompas.com
Baca juga: Diana Blora Menolak Dituntut Member Snapboost Karena Deposito Tak Bisa Cair: Saya juga Korban
• KABAR BAIK, KAI Kembali Aktifkan Stasiun Plabuan Batang Mulai 27 April 2026