HUT Kota Magelang, Wali Kota 'Resik-resik Bareng' di Pasar hingga Fasilitas Umum
Yoseph Hary W April 18, 2026 01:14 AM

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Peringati HUT yang ke 1120 Kota Magelang, Pemkot menggencarkan program Resik-resik Bareng. 

Wali Kota Magelang Damar Prasetyono bersama Wakil Wali Kota dr Sri Harso turun langsung ke lapangan, Jumat (17/4/2026), untuk memastikan kebersihan dan ketertiban kota benar-benar terjaga.

Sejumlah titik strategis menjadi sasaran peninjauan, mulai dari Pasar Rejowinangun, shelter PKL Tuin Van Java, shelter Jendralan, Pasar Kebonpolo, hingga kawasan Jalan Pajajaran di sekitar RSUD Tidar.

Pentingnya jaga kebersihan

Tak sekadar melihat kondisi lapangan, Damar juga aktif mengedukasi warga dan pedagang. Ia menekankan pentingnya menjaga kebersihan, kerapian, serta keindahan lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab bersama.

Di kawasan Taman Badaan, misalnya, ia mengingatkan pedagang agar tidak sembarangan berjualan hingga mengganggu fungsi taman sebagai ruang terbuka hijau.

“Ini milik negara, harus kita jaga bersama. Taman harus tetap bersih, rapi, dan nyaman. Penataan pedagang juga penting, baik dari jumlah maupun penempatannya,” tegasnya.

Perhatian juga diberikan pada persoalan lalu lintas di Jalan Pajajaran, tepatnya di depan Gedung Aster RSUD Tidar. Kemacetan yang kerap terjadi dipicu keterbatasan lahan parkir akibat renovasi yang sedang berlangsung.

Sebagai solusi, Pemkot Magelang akan memberlakukan sistem satu arah di kawasan tersebut. Kendaraan dari arah Tentara Pelajar tetap bisa belok kanan, sementara dari arah Jalan Pemuda akan dibatasi demi mengurai kepadatan.

“Langkah ini untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan selama kapasitas parkir RSUD masih terbatas,” jelas Damar.

Dampak positif

Ia pun menilai program “Resik-Resik Bareng” mulai menunjukkan dampak positif. Kesadaran masyarakat terhadap kebersihan meningkat, yang secara langsung turut mendongkrak kualitas hidup dan daya tarik kota.

“Kalau kota bersih, rapi, dan nyaman, orang akan senang datang. Ini akan berdampak pada ekonomi. Kota yang kotor membuat orang enggan berkunjung,” ujarnya.

Pemkot Magelang pun berkomitmen menjadikan gerakan ini sebagai budaya. Program “Resik-Resik Bareng” akan digelar rutin setiap Jumat, menyasar pasar, shelter PKL, dan berbagai titik keramaian lainnya.

Kepala DPPKUM Kota Magelang, Syaifullah, menambahkan bahwa program ini memang dirancang untuk menciptakan kenyamanan bagi seluruh masyarakat.

Dengan kota yang semakin tertata, harapannya bukan hanya kebersihan yang tercapai, tetapi juga geliat ekonomi yang semakin hidup.

“Kalau kota ramai, UMKM berkembang, masyarakat pun semakin sejahtera,” pungkas Damar.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.