Awal Mula Anak Aniaya Ibu Kandung Hingga Tewas di Bitung, Ditegur Saat Mandi
Alpen Martinus April 18, 2026 03:44 AM

TRIBUNMANADO.CO.ID,AIRMADIDI - Penganiayaan berujung tewasnya korban terjadi di Bitung, Sulawesi Utara, Kamis (16/4/2026) sekitar pukul 15.30 Wita.

Cukup mengejutkan, pelakunya adalah seorang anak.

Sedangkan korbannya adalah sang ibu.

Baca juga: Identitas IRT di Bitung yang Meninggal Dianiaya Anak Kandungnya, Pelaku Sudah Ditangkap

Dari hasil penyelidikan polisi, tergambar pelaku seperti sangat marah kepada sang ibu.

Pasalnya, penganiayaan yang dilakukan tergolong sangat sadis.

Inilah kronologi peristiwa tragis di Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) seorang anak menganiaya ibu kandungnya pakai senjata tajam (sajam) jenis Parang mengakibatkan korban meninggal dunia.

Peristiwa itu terjadi pada hari Kamis (16/4/2026) sekitar pukul 15.30 Wita, disebuah rumah yang di huni pelaku dan korban.

Di  lingkungan II RT IV, Kelurahan Kasawari Kecamatan Aertembaga Kota Bitung.

Identitas korban seorang ibu rumah tangga Alice Lukas (41) dan pelaku anak kandungnya ER alias Exel (23).

Sebelum kejadian, berdasarkan informasi yang disampaikan pihak kepolisian, pelaku sedang mandi di kamar mandi.

Dan korban diduga sempat marah-marah ke pelaku sembari katakan mengatakan Excel ngana cuma bermain-main aer (Excel kamu hanya bermain air).

Pelaku emosi dan pelaku keluar dari kamar mandi, lalu memakai celana pendek.

Kemudian masuk ke kamar tidur lalu meninju jendela kaca dengan kepalan tangan sebelah kanan.

Saat itu Ibu Pelaku yang ada di kamar keluar ke ruang tamu dan karena pelaku sudah emosi, lalu pelaku memukul korban di bagian kepala.

Tak sampai di situ pelaku mengambil parang yang ada di tempat cuci piring.

Di sinilah, pelaku mengejar korban yang saat itu korban lari ke kamar mandi dan saat korban berada di dalam kamar mandi lalu pelaku memotong kepala korban berulang-ulang kali.

"Korban sempat sempat menangkis dengan tangan, namun  pelaku tetap memotong tangan Korban, setelah itu pelaku langsung melempar parang yang digunakan dan pelaku langsung melarikan diri ke pantai," kata Kasi Humas Polres Bitung AKP Abdul Natip Anggai, Jumat (17/4/2026).

Korban kemudian dilarikan ke rumah sakit, dan sempat mendapat perawatan di RS dr Wahyu Slamet AL hingga meninggal dunia.

Tak berselang lama, piket Polsek Aertembaga di pimpin Kapolsek Aertembaga AKP Denny Tampenawas, langsung menuju ke lokasi kejadian dan sesampainya di lokasi kejadian benar di rumah korban ditemukan pecahan kaca dan bercak darah.

Saat pelaku melarikan diri, petugas  kepolisian dan warga berusaha mencari pelaku dan ditemukan di pantai.

Pelaku langsung diamankan petugas Kepolisian bersama barang bukti ke Polsek Aertembaga. 

Karena kondisi Pelaku ada luka di tangan karena terkena laca maka Pelaku di bawa ke RSUD Maembo-nembo untuk mendapat perawatan akan luka terkena kaca.

"Selanjutnya Pelaku diamankan kembali ke Polsek Aertembaga dan selanjutnya dilimpahkan ke Sat Reskrim Polres Bitung untuk Proses hukum lebih lanjut," tandasnya. (CRZ)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.