Paskah Oikumene di Lokasi Hunian Tetap Desa Modisi Bolsel, Perbedaan adalah Realitas
Alpen Martinus April 18, 2026 04:22 AM

TRIBUNMANADO.CO.ID, BOLAANG UKI - Kawasan Hunian Tetap (Huntap) Desa Modisi, Kecamatan Pinolosian Timur, Bolsel jadi lokasi Perayaan Paskah Oikumene 2026, Kamis 16 April 2026.

Ibadah Paskah digelar Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel).

Banyak warga yang datang beribadah bersama.

Baca juga: Perayaan Paskah Oikumene 2026, Pemkab Bolsel Ajak Masyarakat Bangkit dan Bersatu

Nampah hadir jajaran Forkopimda, Sekda M Arvan Ohy bersama para pejabat tinggi pratama Pemda, tokoh agama, pengurus Sinode GMIBM, warga Huntap, jemaat sekitar, hingga Aparatur Sipil Negara (ASN) Kristen di lingkungan Pemda Bolsel.

Paskah tersebut dirayakan dengan pesan kuat tentang persatuan di tengah dinamika sosial masyarakat.

Ketua Panitia Martinus I Nyoman Suardana dalam laporannya menyampaikan kegiatan ini merupakan wujud nyata iman sekaligus bentuk perhatian pemerintah terhadap masyarakat.

“Maksud dan tujuan kegiatan adalah untuk meningkatkan iman kepada Tuhan serta mempererat kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat, guna menghadirkan nilai-nilai kasih sosial dalam kehidupan bermasyarakat,” ungkapnya.

Sebagai bagian dari aksi nyata, para ASN juga melaksanakan program berbagi kasih dengan warga Huntap.

Bupati Bolsel menegaskan bahwa Paskah harus dimaknai sebagai momentum pembaruan, baik secara spiritual maupun sosial.

“Paskah tahun ini berbicara tentang harapan di tengah luka," katanya.

"Kami memahami proses adaptasi di lingkungan baru bagi masyarakat huntap tidaklah mudah, namun makna Paskah diharapkan mampu menciptakan pembaharuan masyarakat untuk hidup berdampingan dalam damai,” urainya.

Dalam acara yang bertema “Kristus Bangkit Membaharui Kemanusiaan Kita” ini, Arvan juga menyoroti pentingnya membangun harmoni ditengah perbedaan latar belakang masyarakat, khususnya di kawasan Huntap.

Menurutnya, gesekan sosial dalam proses adaptasi merupakan hal yang tidak terhindarkan.

Namun, nilai-nilai Paskah justru mengajarkan pentingnya membangun relasi yang saling memahami.

“Perbedaan adalah realitas, tetapi juga peluang untuk memperkuat persaudaraan. Di sinilah makna kebangkitan menjadi nyata dalam kehidupan sehari-hari,” kata dia.

Ia pun mengapresiasi keharmonisan umat beragama di Bolsel.

Dimana perayaan Paskah berlangsung beriringan dengan Idulfitri, Lebaran Ketupat, dan Nyepi.

Hal ini menjadi bukti indahnya kebersamaan sebagai sesama ciptaan Tuhan.

Pada momen itu, Kamaru juga memastikan bahwa masyarakat Huntap telah resmi menjadi bagian dari Desa Modisi secara administrasi.

Sementara proses penghapusan desa asal di Kabupaten Kepulauan Sitaro masih berjalan di tingkat pemerintah pusat.

"Status Kependudukan secara administrasi, warga Huntap kini telah resmi menjadi warga Desa Modisi," katanya. 

"Segala komunikasi terkait rencana pemekaran desa harus dikoordinasikan secara baik dengan pemerintah desa induk," jelasnya.

Selain isu sosial, Iskandar juga mengingatkan agenda nasional yang akan berlangsung, yakni Sensus Ekonomi 2026 oleh Badan Pusat Statistik pada 1 Mei hingga 31 Agustus 2026.

Masyarakat diminta berpartisipasi aktif demi penyediaan data ekonomi yang akurat.

Disisi lain, kegiatan verifikasi lapangan seperti Ground Check PBI-JKN dan Ground Check PLN juga tengah dilaksanakan sebagai bagian dari penguatan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional.

Dirinya juga mengajak masyarakat menjadikan Paskah sebagai titik balik untuk memperkuat nilai kemanusiaan dan persatuan.

“Harapan harus terus hidup. Dari tempat ini, kita belajar bangkit bersama dan menjadi pembawa damai di tengah masyarakat,” pungkasnya. (NIE)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.