3 BERITA POPULER SUMBAR: Temuan Jejak Harimau, Travel Masuk Jurang dan Korban Hanyut Banjir Pasaman
Rahmadi April 18, 2026 08:27 AM

Pertama, penemuan jejak kaki Harimau Sumatera pada permukiman masyarakat di Bukit Sani, Nagari Koto Sani, Kabupaten Solok baru pertama kali terjadi.

Pernyataan ini disampaikan oleh Wali Nagari Koto Sani, Erinal Dianto saat dikonfirmasi TribunPadang.com, Jumat (17/4/2026).

Kedua, satu unit mobil minibus jenis Toyota Avanza masuk jurang di kawasan Lembah Anai, tepatnya di Kelok Pergedel, jalan lintas Padang Panjang–Padang, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, Jumat (17/4/2026) sekitar pukul 04.45 WIB.

Kabid Damkar dan Penyelamatan Satpol PP Kota Padang Panjang, Jhon Eriko, mengatakan kendaraan tersebut merupakan mobil travel bernomor polisi BL 1453 LL yang sedang dalam perjalanan dari Pekanbaru menuju Padang.

Ketiga, Tim SAR gabungan menemukan satu korban hanyut akibat banjir di Sungai Nagari Alahan Mati, Kecamatan Simpati, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, Jumat (17/4/2026).

Diketahui sebelumnya dua orang warga bernama Dewi Hayati (50) dan Meji Ardi (37) dilaporkan hanyut terseret arus sungai pada Selasa (14/4/2026).

Baca tulisan selengkapnya berikut ini:

1. Jejak Harimau Muncul di Permukiman Koto Sani Solok Baru Pertama Kali, Bikin Warga Cemas

Penemuan jejak kaki Harimau Sumatera pada permukiman masyarakat di Bukit Sani, Nagari Koto Sani, Kabupaten Solok baru pertama kali terjadi.

Pernyataan ini disampaikan oleh Wali Nagari Koto Sani, Erinal Dianto saat dikonfirmasi TribunPadang.com, Jumat (17/4/2026).

Kata dia, sebelumnya warga Koto Sani tak pernah menemukan jejak kaki Harimau Sumatera tersebut di sekitar permukiman.

"Ini pertama kali terjadi, khusus di pemukiman, kalau di ladang yang jauh dari permukiman kadang sering terlihat, karena dekat kawasan mereka," sebutnya.

Dengan penemuan tersebut, pihak nagari mengimbau masyarakat untuk tidak keluar rumah sendirian saat malam hari.

Baca juga: Jejak Harimau Sumatera Muncul di Koto Sani Solok, Warga Dengar Suara Gesekan Badan di Dinding Rumah

Selain itu, Erinal juga meminta masyarakat mengamankan hewan ternak ke tempat yang lebih aman dari incaran Harimau Sumatera.

"Kita sudah imbau masyarakat untuk tidak beraktivitas sendirian saat malam hari," tambahnya.

Jejak kaki harimau tersebut ditemukan di permukiman masyarakat sejak Rabu lalu. Bahkan warga setempat sempat mendengar Harimau Sumatera menggesek-gesek tubuhnya ke dinding rumah pada malam harinya.

Keterangan ini disampaikan oleh Wali Nagari Koto Sani, Erinal Dianto saat dikonfirmasi TribunPadang.com, Jumat (17/4/2026).

Kata dia, jejak kaki Harimau Sumatera tersebut telah membuat warganya resah saat muncul pertama kali pada Rabu lalu di permukiman masyarakat.

Baca juga: Ibu di Padang Curhat Bayinya Meninggal, RSUP M Djamil Padang Diduga Lakukan Malpraktik

"Penemuannya pada Rabu dan Kamis (15-16/4/2026) lalu, terus Jumat (17/4/2026) subuh tadi juga ditemukan di permukiman masyarakat," ucapnya.

Akan tetapi sampai hari ini kata Erinal, belum ada warga yang melapor terkait suara Harimau Sumatera saat memasuki permukiman.

Hanya saja, untuk jejak dan suara tubuh Harimau Sumatera tersebut menggesek-gesek tubuhnya ke dinding rumah sudah dilihat dan didengar masyarakat.

"Kalau untuk suara belum, baru jejak dan suara gesekan badan Harimau Sumatera ke rumah warga saat malam hari," pungkasnya.

Akan tetapi, sata ditanyai mengenai berapa perkiraan ukuran jejak Harimau Sumatera tersebut, Erinal mengaku pihaknya sedang menelusuri bersama BKSDA.

Baca juga: Kondisi Korban Kecelakaan di Lembah Anai: 4 Dirawat, 1 Dirujuk ke Padang, 2 Sudah Pulang

Sementara untuk pihak nagari juga mendampingi BKSDA saat melakukan penelusuran jejak Harimau Sumatera tersebut.

"Masih ditelusuri, karena saya sudah melayangkan surat ke BKSDA, wali jorong saya juga mendampingi," kata dia. 

2. Mobil Travel Masuk Jurang di Lembah Anai, Sopir Luka Berat dan Lima Penumpang Luka Ringan

Satu unit mobil minibus jenis Toyota Avanza masuk jurang di kawasan Lembah Anai, tepatnya di Kelok Pergedel, jalan lintas Padang Panjang–Padang, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, Jumat (17/4/2026) sekitar pukul 04.45 WIB.

Kabid Damkar dan Penyelamatan Satpol PP Kota Padang Panjang, Jhon Eriko, mengatakan kendaraan tersebut merupakan mobil travel bernomor polisi BL 1453 LL yang sedang dalam perjalanan dari Pekanbaru menuju Padang.

“Mobil minibus travel dari Pekanbaru menuju Padang,” ujarnya kepada TribunPadang.com.

Ia menyebutkan, jumlah korban dalam peristiwa tersebut sebanyak enam orang. 

Baca juga: Breaking News: Mobil Avanza Masuk Jurang di Lembah Anai, Korban Dievakuasi ke RS Padang Panjang

Seluruh korban telah dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit di Kota Padang Panjang.

“Korban dibawa ke RS Yarsi Kota Padang Panjang dan RSUD Kota Padang Panjang,” jelasnya.

Dari enam korban tersebut, satu orang mengalami luka berat, yakni sopir travel, sementara lima lainnya mengalami luka ringan.

“Luka berat satu orang, sopir. Lima lainnya luka ringan,” ungkapnya.

Adapun identitas korban yakni Dedi Sirait, warga Pekanbaru, mengalami luka berat dan dirujuk ke RS Yarsi. 

Kemudian Ronald Arifin, Delfa Nelti, dan Yenni Rasma yang juga warga Pekanbaru mengalami luka ringan.

Selanjutnya Nayan, warga Padang Pariaman, mengalami luka ringan. 

Sementara satu korban lainnya belum diketahui identitasnya dan mengalami luka ringan.

Informasi Awal

KECELAKAAN DI PADANG PARIAMAN- Sebuah mobil Toyota Avanza dilaporkan masuk jurang di kawasan Lembah Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, Jumat (17/4/2026) pagi.
KECELAKAAN DI PADANG PARIAMAN- Sebuah mobil Toyota Avanza dilaporkan masuk jurang di kawasan Lembah Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, Jumat (17/4/2026) pagi. (Tangkapan Layar/IG @pdg24jam)

Sebuah mobil Toyota Avanza dilaporkan masuk jurang di kawasan Lembah Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, Jumat (17/4/2026) pagi.

Peristiwa tersebut viral di media sosial. Dalam video yang dilihat TribunPadang.com, mobil Avanza bernomor polisi BL 1453 LL tampak terbalik di pinggir sungai.

Terlihat dua orang korban tergeletak tidak jauh dari lokasi mobil, sementara sejumlah warga berupaya memberikan pertolongan.

Selain itu, petugas gabungan juga telah berada di lokasi kejadian untuk membantu dalam mengevakuasi korban.

Petugas gabungan tersebut terdiri dari Damkar, Tim SAR, kepolisian, dan masyarakat.

Medan yang curam dan kondisi cuaca yang lembap menjadi tantangan utama bagi tim gabungan di lapangan.

Sedangkan posisi kendaraan dalam kondisi terbalik, dan mengalami kerusakan.

Proses evakuasi korban menjadi momen paling krusial. Korban dievakuasi menggunakan tandu basket (basket stretcher) oleh petugas gabungan.

Kasatlantas Polres Padang Pariaman, Iptu Rudi Chandra, membenarkan kejadian tersebut.

“Betul, kejadian pagi ini. Anggota sudah di lokasi,” ujar Iptu Rudi Chandra kepada TribunPadang.com.

Namun, pihaknya belum dapat memastikan jumlah korban yang berada di dalam kendaraan tersebut.

“Untuk jumlah korban kami belum mengetahui secara pasti, karena anggota masih di lapangan. Nanti akan kami sampaikan perkembangannya,” jelasnya.

Saat ini, proses evakuasi masih berlangsung. Para korban telah dilarikan ke rumah sakit di Kota Padang Panjang untuk mendapatkan penanganan medis.

“Proses evakuasi masih berlangsung. Korban dibawa ke rumah sakit di Padang Panjang,” ungkapnya.

Pihak kepolisian memastikan akan segera memberikan informasi terbaru terkait kondisi korban dan kronologi lengkap kejadian tersebut.

3. Korban Terakhir Banjir Alahan Mati Pasaman Ditemukan Meninggal, Tim SAR: 8 KM dari Lokasi Awal

Tim SAR gabungan menemukan satu korban hanyut akibat banjir di Sungai Nagari Alahan Mati, Kecamatan Simpati, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, Jumat (17/4/2026).

Diketahui sebelumnya dua orang warga bernama Dewi Hayati (50) dan Meji Ardi (37) dilaporkan hanyut terseret arus sungai pada Selasa (14/4/2026).

Korban bernama Meji Ardi, laki-laki, sebelumnya telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Peristiwa ini bermula pada Selasa sekitar pukul 17.00 WIB, saat hujan deras menyebabkan air sungai meluap.

Baca juga: Agustrio Balikkan Badan Lihat Asap Hitam, Kebakaran Rumah di Padang Hanguskan Bangunan Jadi Abu

Akibatnya, mobil yang ditumpangi korban terjebak di aliran sungai. Saat berupaya keluar dari kendaraan, korban justru terseret arus deras.

Kepala Kantor SAR Kelas A Padang, Abdul Malik, mengatakan korban atas nama Dewi Hayati ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sekitar pukul 09.00 WIB.

“Korban ditemukan pada jarak sekitar 8 kilometer dari lokasi kejadian awal,” ujarnya dalam laporan resmi, Jumat.

Ia menjelaskan, korban kemudian berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan pada pukul 11.20 WIB ke Puskesmas Simpati.

Baca juga: Tim SAR Sisir Sungai 2 Kilometer, Dewi Hayati Korban Banjir Pasaman Belum Ditemukan

Dalam proses pencarian hari ketiga, tim SAR membagi operasi menjadi tiga Search and Rescue Unit (SRU) dengan total area pencarian mencapai 9 kilometer.

SRU 1 melakukan penyisiran menggunakan perahu rafting sejauh 6,5 kilometer. Sementara SRU 2 dan SRU 3 melakukan penyisiran darat di sisi kiri dan kanan sungai masing-masing sejauh 2,5 kilometer.

“Setelah korban ditemukan dan seluruh unsur melaksanakan debriefing, operasi SAR diusulkan untuk ditutup,” kata Abdul Malik.

Operasi pencarian ini melibatkan berbagai unsur, di antaranya tim Pos SAR Pasaman, TNI, Polri, BPBD, Brimob, hingga masyarakat setempat.

Selama operasi berlangsung, cuaca di lokasi dilaporkan dalam kondisi hujan ringan.

Pihak SAR mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat kondisi cuaca ekstrem yang berpotensi memicu banjir dan arus sungai yang deras.

Update Kondisi Banjir di Pasaman

Akibatnya, sejumlah sungai seperti Batang Nigi, Batang Pulan, dan anak sungai lainnya meluap dan merendam permukiman warga di Nagari Alahan Mati dan Nagari Alahan Mati Ilia.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Pasaman, Mardianto, mengatakan banjir menyebabkan kerusakan rumah warga, lahan pertanian, hingga menimbulkan korban jiwa.

“Di Nagari Alahan Mati, terdapat tiga unit rumah rusak dan empat unit rumah terendam. Selain itu, dua warga sempat terseret arus,” ujar Mardianto melalui keterangan resminya, Rabu (15/4/2026).

Baca juga: Diduga Akibat Puntung Rokok, Rumah Kayu di Danau Kembar Solok Hangus Terbakar

BANJIR DI PASAMAN- Banjir meluap merendam badan jalan di Kecamatan Simpang Alahan Mati, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, Selasa (14/4/2026) sore. Hujan berintensitas tinggi menyebabkan sejumlah sungai meluap dan berdampak pada permukiman warga serta infrastruktur.
BANJIR DI PASAMAN- Banjir meluap merendam badan jalan di Kecamatan Simpang Alahan Mati, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, Selasa (14/4/2026) sore. Hujan berintensitas tinggi menyebabkan sejumlah sungai meluap dan berdampak pada permukiman warga serta infrastruktur. (Dokumentasi/BPBD Pasaman)

Dua korban tersebut yakni Dewi Hayati (50) dan Meji Ardi (37). Dari hasil pencarian, Meji Ardi telah ditemukan dalam kondisi meninggal sekitar 500 meter dari titik hilang dan langsung dievakuasi ke puskesmas.

“Untuk satu korban lainnya, Dewi Hayati, hingga saat ini masih dalam proses pencarian. Operasi pencarian akan dilanjutkan Rabu pagi,” jelasnya.

Selain itu, banjir juga menggerus pondasi jembatan serta tebing sungai dan merusak lahan pertanian warga.

Di Nagari Alahan Mati Ilia, sebanyak 15 rumah warga terendam banjir. Bahkan, Kantor Wali Nagari juga ikut terendam.

“Sekitar 50 hektare lahan pertanian terdampak dan lima warga, termasuk satu balita, telah dievakuasi ke rumah kerabat,” katanya.

Dampak Banjir di Kecamatan Bonjol dan Lubuk Sikaping

Tak hanya di Simpang Alahan Mati, bencana juga terjadi di sejumlah wilayah lain di Pasaman. Di Kecamatan Bonjol, tepatnya di Nagari Koto Kaciak Barat, jalan menuju Duyun Kunyik Kampung Hanguih amblas dan putus total akibat derasnya arus sungai.

Sementara itu, di Nagari Simpang, jalan usaha tani di kawasan Sawah Guguak juga dilaporkan putus, serta lumpur merendam rumah warga di sekitar Pasar Simpang.

Di Kecamatan Lubuk Sikaping, pohon tumbang di kawasan Kelok Bede sempat menyebabkan kemacetan. Namun, kondisi tersebut kini telah ditangani oleh Tim TRC BPBD dan arus lalu lintas sudah kembali normal.

Upaya Penanganan dan Kebutuhan Mendesak

Mardianto menyebutkan, pihaknya bersama Basarnas, TNI/Polri, perangkat kecamatan dan nagari, serta masyarakat setempat terus melakukan upaya penanganan di lokasi bencana.

“Tim gabungan telah melakukan evakuasi warga, pencarian korban, serta pendataan dampak kerusakan di lapangan,” ujarnya.

BPBD Pasaman juga mencatat sejumlah kebutuhan mendesak, di antaranya mobil pemadam kebakaran untuk pembersihan sarana vital seperti Puskesmas Simpati, mobil tangki air bersih, serta bantuan logistik bagi warga terdampak.

“Penanganan masih terus berlangsung dan kami mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi bencana susulan,” tutup Mardianto.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.