TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Sribawono- Harianto, nampak sibuk melayani pembeli di arena festival UMKM pasar 1001 malam yang dihelat di lapangan merdeka Sribawono Kabupaten Lampung Timur, Jumat (18/4/2026) malam.
Pria asal desa Bandar Agung Kecamatan Bandar Sribawono, Lampung Timur ini tak irit bicara saat diajak berbincang soal keikutsertaannya dalam festival UMKM ini.
Harianto adalah satu dari 1.500 pelaku UMKM yang membuka lapak dagangan di festival UMKM dalam rangka memeriahkan HUT ke-27 Kabupaten Lampung tahun 2026.
"Alhamdulillah, baru kali ini acara besar seperti ini dilaksanakan semenjak Lampung Timur berdiri," kata Harianto sembari tangannya sibuk meracik minuman yang di pesan.
Di festival UMKM ini, Harianto menjajakan minuman dan makanan ringan ala cafe.
Harga yang ditawarkan mulai Rp 8000 per kemasan minuman yang dipesan.
Harianto menuturkan, festival UMKM semacam ini menjadi penyemangat bagi pelaku UMKM di Lampung Timur untuk bangkit mengembangkan usahanya.
Apalagi, kata Harianto, di ajang ini pelaku UMKM yang ikut serta tidak dipungut biaya alias gratis.
"Awalnya saya nggak percaya kalau gratis, setelah saya datangi ternyata beneran gratis. Mangkanya saya ikutan buka lapak disini," tutur Harianto.
Dia berharap kedepan bisa lebih banyak kegiatan serupa di gelar untuk pelaku UMKM lokal mengenalkan produknya.
Ribuan masyarakat menyesaki arena festival UMKM dan Pasar 1001 Malam yang di launching Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah, di lapangan merdeka Sribawono, Jumat (18/04/2026) malam.
Perhelatan akbar yang diikuti 1.500 lebih pelaku UMKM itu digelar dalam rangka memeriahkan HUT ke-27 Kabupaten Lampung Timur.
Festival UMKM yang perdana digelar sejak berdirinya Kabupaten Lampung Timur ini mengusung tema "Bumi Tuwah Bepadan untuk Nusantara".
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama Ketua TP PKK Provinsi Lampung Purnama Wulan Sari Mirza ikut berbaur bersama masyarakat dalam launching Festival UMKM ini.
Gubernur hadir didampingi Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah, Wakil Bupati Azwar Hadi, Ketua TP PKK Lampung Timur Huzaimah Azwar Hadi, jajaran Forkopimda, serta para pejabat daerah dan tamu undangan.
Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah daerah dan masyarakat.
Hal ini, kata Ela, menjadi bukti bahwa gotong royong menjadi kekuatan untuk mewujudkan cita-cita bersama.
"Keterbatasan anggaran bukan jadi hambatan. Ini bisa terwujud karena gotong royong pak Gub. Ini menjadi kekuatan utama kita dalam membangun Lampung Timur. ” terang Ela.
Ela memastikan, dalam ajang festival UMKM Bumi Tuwah Bepadan untuk Nusantara ini sebanyak 1.500 UMKM turut ambil bagian sebagai wujud nyata kekuatan ekonomi lokal.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus memperkuat kolaborasi tanpa terhambat oleh keterbatasan anggaran.
“Kekurangan anggaran bukan menjadi persoalan utama. Yang terpenting adalah kreativitas, inovasi, dan kerja sama seluruh pihak untuk membangun Lampung Timur yang lebih baik,” ujarnya.
Bupati Ela juga memaparkan capaian revenue di arena festival UMKM dan Pasar 1001 malam ini.
Jumlah pengunjung terus meningkat, mulai dari 31.500 orang di hari pertama, 35.100 orang di hari kedua, hingga sekitar 36.000 orang di hari ketiga.
"Dari sisi transaksi, perputaran ekonomi mencapai ratusan juta rupiah dalam beberapa hari pelaksanaan," papar Ela.
(TRIBUNLAMPUNG.CO.ID/end)