Sosok Pilot Helikopter PK-CFX yang Jatuh di Kalimantan Barat, Tetangga Ungkap Kebaikan Semasa Hidup
Pipit Maulidya April 18, 2026 02:32 PM

 

SURYA.co.id - Suasana duka menyelimuti kediaman Kapten Marindra Wibowo, pilot helikopter Airbus H130 dengan nomor registrasi PK-CFX yang mengalami kecelakaan tragis di hutan Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat.

Jenazah almarhum rencananya akan dipulangkan ke Sidoarjo dan dimakamkan di Taman Makam Bahagia, Juanda.

Kecelakaan ini merenggut nyawa seluruh penumpang dan kru yang berjumlah delapan orang.

Adik kandung almarhum, Agustin, mengungkapkan rasa kehilangan yang mendalam. Ia mengenang sosok kakaknya sebagai pribadi yang sangat baik dan bertanggung jawab terhadap keluarga.

Keluarga sempat tidak percaya dengan kabar meninggalnya Kapten Marindra Wibowo.

"Ya nggak percaya awalnya kan ya. Berharapnya sih kabar itu kemarin nggak bener gitu. Atau semua yang dikabarkan kan ada media yang mengabarkan selamat juga. Ya dipikir itu, ternyata setelah dapet kabar, ternyata meninggal dunia kedelapan orang tersebut. Ya syok sih pasti," ujar Agustin saat ditemui di rumah duka, Perumahan Grand Surya, Buduran, Sidoarjo.

Baca juga: Capt Marindra Wibowo Dimakamkan di Juanda Sidoarjo: Pilot Helikopter PK-CFX yang Jatuh di Kalbar

Sosok Ramah

Kesaksian serupa juga disampaikan oleh Ketua RT setempat, Moh Achwan.

Menurutnya, Kapten Marindra adalah sosok yang tegas namun sangat santun dan aktif bersosialisasi dengan warga sekitar meskipun memiliki kesibukan tinggi sebagai anggota TNI Angkatan Laut.

"Orangnya tegas. Pak Marindra ini termasuk orangnya tegas. Tegas, beliau juga dengan masyarakat kita di sini juga santun sekali nggih. Ya enak kalau kita ajak untuk sharing," kenang Achwan.

"Sehari-harinya aktivitasnya juga ada di luar pulau. Biasanya saya ketemu di sini cuma sekitar satu minggu, paling mentok dua minggu saja. Itu pun pas beliau lagi berolahraga atau ada kesibukan bersih-bersih dan bercocok tanam. Nah itu kan ada buah kelengkeng, itu beliau sendiri yang menanam sampai sekarang sudah bisa dinikmati oleh warganya," tambah Achwan.

Baca juga: Harga BBM Pertamina Naik per 18 April 2026: Simak Rincian Kenaikan dan Nasib Harga Pertalite

Hingga saat ini, pihak keluarga masih menunggu proses identifikasi di Rumah Sakit Bhayangkara Pontianak selesai sebelum jenazah diterbangkan ke Surabaya. Istri dan anak almarhum dilaporkan sudah berada di Kalimantan Barat untuk menjemput jenazah.

Terkait penyebab jatuhnya helikopter PK-CFX, pihak berwenang masih melakukan investigasi lebih lanjut di lokasi kejadian

Sebanyak 209 personel TNI AD dari Kodam XII Tanjungpura juga telah dikerahkan untuk mendukung proses evakuasi dan pengamanan di lokasi jatuhnya pesawat.

Identitas Korban

Sebelumnya, tim forensik RS Bhayangkara Pontianak telah mengidentifikasi empat korban pada tahap awal.

Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabiddokkes) Polda Kalimantan Barat, Kombes Pol Subur, menjelaskan bahwa proses identifikasi melibatkan data dari keluarga korban, meliputi ciri fisik, riwayat kesehatan, hingga pakaian terakhir sebelum kejadian.

Ia menuturkan, identifikasi dilakukan dengan metode pencocokan data antemortem (sebelum meninggal) dan postmortem (setelah meninggal).

Dari hasil sementara, empat korban yang berhasil diidentifikasi adalah:

  • Joko Catur Prasetyo,
  • Charles Dominson Lakidang,
  • Patrick Kee Chuan Peng, dan
  • Victor Tan Keng Liam.

Kondisi wajah sebagian jenazah yang masih dapat dikenali turut membantu proses verifikasi oleh keluarga.

Meski demikian, satu korban berkewarganegaraan asing (WNA) masih memerlukan verifikasi tambahan melalui data pembanding dari negara asalnya.

“Untuk WNA, kami masih menunggu data pembanding dari konsulat agar bisa dipastikan secara akurat,” ujar Ginting.

Diketahui, kecelakaan helikopter PK-CFX di Kabupaten Sekadau menewaskan delapan orang setelah sebelumnya dilaporkan hilang kontak.

Tim SAR gabungan kemudian menemukan lokasi jatuhnya helikopter di kawasan perbukitan terjal.

Hingga kini, penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan pihak berwenang.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.