TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Kebakaran melanda sebuah bangunan kos-kosan tidak berpenghuni di Kelurahan Limbau Satu, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo, Sabtu (18/4/2026) siang.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 12.50 Wita dan sempat membuat warga sekitar panik tepat berada di kawasan Jalan ex Panjaitan atau Nani Wartabone Kota Gorontalo.
Api terlihat membesar dari bagian belakang bangunan yang diketahui merupakan area belakang bangunan usaha.
Beruntung, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 13.20 Wita setelah warga bersama petugas berjibaku memadamkan kobaran.
Baca juga: Breaking News! Kebakaran Rumah di Jl Nani Wartabone Eks Panjaitan, Lokasi Padat Penduduk
Pemilik bangunan, Amil Otolomo (42), mengatakan dirinya pertama kali mengetahui kejadian tersebut usai kembali dari salat.
“Saya habis salat, terus ke belakang. Awalnya saya kira ada orang bakar sampah di belakang,” ujarnya saat ditemui di lokasi.
Menurut Amil, lokasi belakang bangunan memang kerap dijadikan tempat pembakaran sampah oleh warga, sehingga ia tidak langsung curiga saat melihat asap.
Namun, tak lama kemudian, asap terlihat semakin tebal dan api mulai membesar hingga menjalar ke bagian dapur kos-kosan.
“Di belakang itu memang biasa orang bakar sampah, jadi awalnya saya kira itu saja. Tapi ternyata api sudah besar,” tambahnya.
Bangunan yang terbakar diketahui merupakan kos-kosan yang sudah tidak lagi dihuni.
Terdapat lima kamar dalam bangunan tersebut, namun kondisinya memang sudah tidak layak pakai.
Lebih lanjut Amil menjelaskan, bangunan kos tersebut merupakan bangunan semi permanen dan aliran listrik di lokasi sudah lama diputus, sehingga kecil kemungkinan kebakaran disebabkan oleh arus pendek listrik.
Baca juga: Resmi! Terjadi Kenaikan Harga BBM di Gorontalo, Begini Pantauannya di SPBU
“Listrik sudah lama diputus. Jadi kemungkinan bukan dari listrik,” jelasnya.
Ia menduga, api berasal dari aktivitas pembakaran sampah di area belakang bangunan yang kemudian merembet ke bagian dapur.
Selain itu, kondisi bangunan yang sebagian besar terbuat dari material mudah terbakar turut mempercepat penyebaran api.
“Di belakang itu ada tempat orang biasa bakar sampah, dekat juga dengan tembok belakang kos,” katanya.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp7 juta.
“Kerugian mungkin sekitar Rp7 juta. Karena bangunannya juga memang sudah tidak layak pakai,” ungkap Amil.
Pantauan di lapangan nampak pemadam kebakaran berjibaku dengan api. Medan yang sempit membuat petugas cukup kesulitan masuk ke dalam untuk menjangkau api.
Namun demikian petugss masih dapat memadamkan api dan tidak merembet ke bangunan lain.
Warga juga terlihat berkumpul di area lokasi kebakaran. Ada yang memotret ada yang melihat secara langsung.
Beberapa keluarga yang juga pemilik rumah nampak panik dan lalu-lalang ke sana kemarin.