Viral ASN PPPK Kemenag di Polman Diduga Cabuli Siswa, Polisi Segera Panggil Terduga Pelaku
Nurhadi Hasbi April 18, 2026 02:45 PM

 

TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN - Dugaan tindak asusila oleh oknum guru madrasah berinisial A terhadap sejumlah siswanya di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), kini diselidiki polisi, Sabtu (18/4/2026).

Sejumlah saksi telah dimintai keterangan untuk memastikan kebenaran kabar tersebut.

Hal ini disampaikan KBO Satreskrim Polres Polman, Iptu Iwan Rusmana, saat dimintai konfirmasi.

"Kami sudah melakukan penyelidikan melalui Unit PPA dan Opsnal untuk mengetahui benar atau tidaknya peristiwa itu," kata Iptu Iwan Rusmana kepada wartawan.

Baca juga: Polisi Selidiki Dugaan Oknum Guru Madrasah Cabuli Sejumlah Siswa di Polman

Dia menyebut penyelidikan dilakukan sebagai tindak lanjut atas informasi yang beredar dan sempat viral.

Terkait dugaan pencabulan, disebut dilakukan oleh oknum guru di salah satu madrasah di Kecamatan Matakali.

Dengan adanya informasi yang tersebar di media sosial, kata Iwan, polisi kemudian menelusuri sejumlah saksi.

"Kami sudah mengeluarkan surat perintah penyidikan dan melakukan penyelidikan untuk mencari kebenaran informasi itu," lanjutnya.

Dia mengaku pihaknya akan memanggil terduga pelaku untuk diklarifikasi terkait tuduhan tersebut.

Selain itu, penyidik juga telah meminta klarifikasi kepada pihak sekolah, para saksi, dan korban.

Dalam waktu dekat, terduga pelaku akan dipanggil penyidik untuk klarifikasi atas dugaan perbuatan pencabulan tersebut.

Kemenag Polman Lakukan Pemeriksaan Internal

Terduga pelaku berinisial A merupakan guru madrasah dengan status PPPK di bawah Kemenag.

Ia bertugas di salah satu madrasah di Kecamatan Matakali, Polman.

Terduga pelaku diduga melecehkan sejumlah muridnya di beberapa tempat berbeda.

Ia diperiksa di ruang Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kemenag Polman di Jalan Andi Depu, Kelurahan Pekkabata, sejak pagi.

Pemeriksaan berlangsung tertutup. Tim dari Kemenag Sulbar turut hadir bersama pihak kepala madrasah.

"Pemeriksaan masih berlangsung sejak pagi tadi, sempat istirahat, dan akan dilanjutkan kembali," kata Kepala Seksi (Kasi) Madrasah Kemenag Polman, Marzuki.

Dia menyebut terduga pelaku hadir dalam pemeriksaan sejak pagi dan dijadwalkan hingga sore hari.

Marzuki mengatakan kronologi dugaan pencabulan tersebut belum dapat disampaikan karena proses pemeriksaan masih berlangsung.

"Tadi oknum guru ini menyebut satu orang korban, tetapi kemungkinan lebih dari satu orang," ungkapnya.

Dia menambahkan, oknum guru tersebut telah dinonaktifkan sementara dari kegiatan mengajar di madrasah di Kecamatan Matakali.

Marzuki menegaskan oknum guru tersebut akan ditindak tegas jika terbukti melakukan pencabulan terhadap siswanya. (*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.