Sosok Capt Marindra Wibowo, Pilot Helikopter PK-CFX Jatuh di Sekadau, Jam Terbang Tinggi, Sejak 2002
Listusista Anggeng Rasmi April 18, 2026 03:44 PM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Insiden tragis jatuhnya helikopter PK-CFX di wilayah Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat pada Kamis, 16 April 2026, menyisakan duka mendalam.

Peristiwa tersebut merenggut nyawa delapan orang yang berada di dalam helikopter.

Korban terdiri dari dua awak penerbangan dan enam penumpang yang seluruhnya tidak selamat.

Helikopter nahas itu diketahui dikemudikan oleh Marindra Wibowo yang menjabat sebagai pilot utama.

Ia didampingi oleh co-pilot Harun Arasyid dalam penerbangan tersebut.

Sementara enam penumpang yang menjadi korban adalah Patrick K, Victor T, Charles L, Joko C, Fauzie O, dan Sugito.

Sosok Capt. Marindra Wibowo sendiri dikenal sebagai pilot berpengalaman di dunia penerbangan helikopter.

Berdasarkan informasi dari profil LinkedIn miliknya, ia telah menekuni profesi ini sejak tahun 2002.

Pengalamannya yang panjang membuatnya dipercaya menangani berbagai jenis penerbangan, termasuk misi di wilayah terpencil.

Sejak Januari 2020, ia tercatat bekerja sebagai pilot helikopter di KPN Plantation.

Baca juga: Detik-detik Evakuasi Berbahaya Helikopter Basarnas, Korban Pertama Pesawat ATR di Identifikasi

Proses evakuasi korban helikopter PK-CFX di Sekadau
EVAKUASI - Proses evakuasi korban helikopter PK-CFX di Sekadau, Kalimantan Barat, pada Jumat, (17/4/2026)

Dalam pekerjaannya, ia menerbangkan helikopter jenis Airbus H130, termasuk unit dengan registrasi PK-CFX yang mengalami kecelakaan.

Sebelumnya, ia juga pernah berkarier di Whitesky Aviation pada periode 2017–2019.

Tak hanya itu, ia juga sempat bekerja di PT HM Sampoerna Tbk pada 2015–2017.

Marindra memiliki latar belakang militer sebagai Executive Officer di Skuadron 200 Wing Udara Armada Timur TNI Angkatan Laut, yang turut membentuk disiplin dan keahliannya.

Selain pengalaman profesional, ia juga menempuh pendidikan Sarjana Ekonomi dan Magister Manajemen serta mengikuti berbagai pelatihan penerbangan, termasuk di Airbus Training Center dan Agusta Westland Training Academy di Italia.

Kondisi Rumah Duka Capt. Marindra Wibowo

Istri dan anak Capt. Marindra Wibowo berada di Pontianak untuk menjemput jenazah almarhum.

Sementara itu tenda besar berdiri di depa rumah bernomor 17 di blok B1 Perum Grand Surya, Buduran, Sidoarjo, Jumat (17/4/2026) sore, yang adalah rumah duka almarhum.

Di bawah tenda itu, puluhan kursi plastik sudah dijejer.

FOTO KELURGA – Foto almarhum Capt Marindra Wibowo bersama istri dan anak-anaknya yang terpasang di ruang tamu rumah duka di Perum Grand Surya, Buduran, Sidoarjo. Capt Marindra Wibowo merupakan pilot helikopter PK-CFX yang meninggal dunia dalam kecelakaan di Kalimantan Barat. ((Ist)/Surya.co.id/ISTIMEWA)

Puluhan karangan bunga tampak memenuhi berbagai sudut jalan di sekitar rumah.

Sementara di dalam rumah dua lantai yang berada persis di sebelah pos satpam itu, terlihat beberapa orang beraktivitas.

Mereka adalah keluarga almarhum Capt Marindra Wibowo, pilot helikopter PK-CFX yang meninggal dunia dalam kecelakaan di Kalimantan Barat.

“Yang berada di rumah itu keluarganya. Orang tua dari Tuban, dan beberapa saudaranya. Sementara istri dan anaknya sedang di Pontianak, menjemput jenazah almarhum,” ujar Mohamad Ichwan, Ketua RT 2 RW7, perumahan yang berada di Desa Dukuh Tengah, Kecamatan Buduran, Sidoarjo tersebut.

Baca juga: Identitas 4 Korban Kecelakaan Helikopter PT Intan Angkasa di Papua Tengah, Tak Ada yang Selamat

Diceritakannya, selama ini Marindra tinggal di rumah itu bersama istri dan anak-anaknya. 

Ichwan maupun beberapa warga lain jarang bertemu dengan Marindra.

“Pas pulang itu biasanya bersih-bersih dan tanam-tanam di depan rumah. Atau pas olahraga begitu, biasanya saya bertemu. Kalau pulang biasanya beberapa hari di rumah atau sekitar semingguan gitu,” lanjutnya sambil menunjuk pohon kelengkeng yang sudah berbuah, pohon yang ditanam Marindra di depan rumahnya.

Ichwan mendapat kabar tentang kecelakaan helicopter yang ditumpangi Marindra pada Kamis siang kemarin.

Dia juga mendapat update informasi bahwa korban dan pesawatnya sudah ditemukan. Namun semua meninggal dunia, termasuk seorang warganya tersebut.

Dia juga menerima informasi bahwa jenazah Capt Marindra bakal tiba di rumah duka untuk dimakamkan di Juanda hari Sabtu (18/4/2026)

Sosok Capt. Marindra Wibowo: Tegas dan Jiwa Sosial Tinggi

Ichwan dan warga di sana mengaku sangat berduka. 

Selain dekat dengan almarhum, dia menilai bahwa Marindra itu sosok yang tegas dan memiliki jiwa sosial yang bagus di lingkungan.

Bahkan, kata dia, di kepengurusan RT tahun kemarin, Marindra sempat menjadi penasehat pengurus RT.

“Pak Marindra itu orangnya santun. Enak juga kita ajak sharing. Khususnya mengenai keamanan. Jiwa sosilnya juga bagus,” lanjutnya.

Hal serupa juga disampaikan oleh beberapa warga lain di sana.

Termasuk security di perumahan tersebut yang mengaku sangat kehilangan atas kepergiatan Capt Marindra.

“Biasanya pas pulang selalu ngobrol sama kami. Dia orangnya baik. Bahkan setiap lebaran juga ngasih THR kepada kami. Baik banget orangnya. Santun. Terakhir bertemu pas lebaran kemarin, saat hendak balik tugas. Tentu kami turut berduka atas peristiwa ini,” ujar seorang petugas keamanan di kompleks perumahan tersebut.

Kronologi Helikopter PK-CFX Hilang Kontak

Berdasarkan data manifes sementara yang dihimpun, helikopter PK-CFX itu diketahui lepas landas dari area perkebunan sawit PT Citra Mahkota di Menukung menuju Kota Pontianak pada Kamis 16 April 2026 sekitar pukul 08.34 WIB.

Penerbangan awalnya terlihat normal.

Tidak ada tanda indikasi gangguan pada faktor internal maupun eksternal.

Namun 5 menit setelah lepas landas, heli itu dilaporkan hilang kontak.

Sistem COSPAS-SARSAT lalu mendeteksi sinyal darurat (distress signal) dari helikopter pada pukul 13.09 UTC melalui satelit LEOSAR.

Sinyal beacon pada frekuensi 406.0367 MHz itu mengindikasikan adanya kondisi darurat di udara.

EVAKUASI - Proses evakuasi korban helikopter PK-CFX di Sekadau, Kalimantan Barat, pada Jumat, (17/4/2026)
EVAKUASI - Proses evakuasi korban helikopter PK-CFX di Sekadau, Kalimantan Barat, pada Jumat, (17/4/2026) (Tribunnews.com/SAR PONTIANAK)

Tim gabungan pun dikerahkan sejak laporan hilang kontak itu muncul pada Kamis 16 April pagi.

Pencarian langsung dilakukan hingga pukul 16.00 WIB.

Sedangkan dua korban lainnya belum dapat dievakuasi karena terkendala kondisi di lapangan.

Terkini seluruh korban berhasil dievakuasi, seluruhnya meninggal.

(Tribunnewsmaker.com/ Tribunnews/TribunPontianak.com)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.