Kapal Tanker Petronas Malaysia Lolos dari Selat Hormuz, Bagaimana Nasib Kapal Pertamina?
Desy Selviany April 18, 2026 04:50 PM

TRIBUNBEKASI-Setelah lebih dari sebulan terperangkap di Selat Hormuz, akhirnya Kapal Tanker milik Malaysia berhasil keluar dari jalur konflik Timur Tengah tersebut. 

Kapal milik perusahaan bahan bakar minyak (BBM) Malaysia Petroliam Nasional Bhd (Petronas) itu berhasil lolos dari Selat Hormuz saat Iran kembali membuka jalur perdagangan minyak tersebut.

Malaysia mengonfirmasi kedatangan kapal Ocean Thunder yang sebelumnya sempat terluntang-lantung di Selat Hormuz.

Melalui unggahan dari akun resminya pada Sabtu (18/4/2026), BUMN Energi Malaysia tersebut mengonfirmasi bahwa Ocean Thunder akhirnya telah bersandar di pelabuhan Malaysia. 

Ocean Thunder sekaligus menjadi kapal pertama dari tujuh armada pembawa minyak mentah dari Timur Tengah ke Malaysia.

Kapal tanker Ocean Thunder ini sendiri membawa muatan strategis berupa satu juta barel minyak mentah yang diangkut langsung dari Basrah, Irak.

Dalam pernyataan resminya melalui media sosial, Petronas menegaskan bahwa pengiriman ini merupakan bagian dari jaringan pasokan mereka yang sangat luas.

Langkah ini menjadi salah satu upaya berkelanjutan perusahaan untuk menjaga stabilitas pasokan bahan bakar di dalam negeri tetap terjaga di tengah situasi global yang dinamis.

"Ini adalah bagian dari jaringan pasokan yang luas, salah satu upaya PETRONAS dalam memastikan pasokan bahan bakar negara di Malaysia tetap stabil." terang Petronas seperti dimuat Tribunnews.com

Secara teknis, muatan satu juta barel minyak mentah tersebut setara dengan kurang lebih 159 juta liter.

Seluruh volume minyak ini diperkirakan akan melewati proses pemurnian selama sekitar enam hari di kilang penapisan untuk menghasilkan berbagai jenis bahan bakar.

Lalu bagaimana nasib dua Kapal Pertamina?

Diketahui 4 kapal milik Pertamina juga sempat terperangkap di Selat Hormuz saat perang Iran-Amerika Serikat dan Israel pecah. 

Namun dua kapal Pertamina lainnya berhasil lolos sementara dua kapal Pertamina masih tertahan di jalur konflik. 

Untungnya, kabar baik juga kini datang dari Pertamina.

PT Pertamina International Shipping (PIS) tengah menyiapkan rencana pelayaran dua kapal yang tertahan sempat blokade Selat Hormuz menyusul diumumkannya pembukaan kembali jalur perdagangan penting tersebut.

PIS menyatakan siaga melakukan pemantauan secara intensif dan menyiapkan perencanaan pelayaran yang aman agar kapal Pertamina Pride dan Gamsunoro dapat melintasi Selat Hormuz.

"Strategi yang disiapkan meliputi penyusunan rute, identifikasi risiko, navigasi elektronik, serta penyiapan rencana kontijensi," kata PIS dalam keterangannya, Sabtu (18/4/2026).

PIS mengungkapkan tengah aktif berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, salah satunya dengan Kementerian Luar Negeri yang dinilai sangat membantu menjalin komunikasi diplomatik dengan otoritas terkait.

Selain itu, perusahaan juga berkoordinasi dengan perusahaan asuransi, ship management, pemilik kargo, serta otoritas setempat, guna memastikan seluruh prosedur perizinan dapat terpenuhi dengan baik.

"Prioritas perusahaan tetap pada keselamatan awak kapal, serta keamanan kapal dan seluruh muatannya," tutur PIS.

(TribunBekasi/DES/Tribunnews.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.