- Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi mengumumkan bahwa Selat Hormuz akan dibuka pada Jumat 17 April 2026.
Beberapa jam setelah pengumuman itu, harga minyak dunia turun hingga 11 persen.
Pembukaan Selat Hormuz dilakukan setelah Presiden AS Donald Trump 'memaksa' Israel melakukan gencatan senjata di Lebanon.
Setelah pengumuman itu, Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan tiga syarat kapal boleh melewati Selat Hormuz.
Sumber Tasnim News yang dilansir, Sabtu (18/4/2026) menyebutkan tiga syarat tersebut yakni:
1. Kapal-kapal tersebut haruslah kapal komersial dan pelayaran kapal militer dilarang, serta kapal maupun muatannya tidak boleh terkait dengan negara-negara musuh.
2. Kapal harus melewati rute yang ditentukan oleh Iran.
3. Pelayaran kapal harus dikoordinasikan dengan pasukan Iran yang bertanggung jawab atas pelayaran tersebut karena CENTCOM, sebelum perang, telah mengkonfirmasi pengelolaan Selat Hormuz oleh IRGC.
Sumber yang mengetahui informasi tersebut lebih lanjut menekankan bahwa penerapan beberapa prasyarat, termasuk gencatan senjata di Lebanon, merupakan kunci keputusan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz.
Di lain sisi dua puluh satu kapal telah berbalik arah dan kembali ke Iran sejak blokade AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, di Teluk Persia dan Teluk Oman dimulai pada 13 April, kata Komando Pusat AS pada Jumat malam.
Hal itu dilakukan setelah Iran mengatakan telah membuka kembali Selat Hormuz untuk semua kapal komersial.
Meskipun ketua parlemen Iran mengatakan jalur air tersebut akan ditutup jika AS tidak mencabut blokade angkatan lautnya di wilayah tersebut.
Perusahaan pelayaran tetap berhati-hati dalam melintasi selat tersebut, hanya segelintir kapal yang melewati jalur air penting itu pada hari Jumat.
Program: Tribunnews Update
Editor Video: Aditya Wisnu Wardana