Reaksi Global saat Selat Hormuz kembali Dibuka, AS Klaim Tanda Damai tapi Ngotot Blokade Tetap Jalan
Aditya Wisnu Wardana April 18, 2026 04:55 PM


- Pembukaan kembali Selat Hormuz oleh Iran langsung memicu reaksi global dari para pemimpin dunia dan pelaku industri energi.

Amerika Serikat (AS) menjadi salah satu pihak yang paling vokal menanggapi perkembangan ini.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim pembukaan jalur tersebut sebagai tanda kemajuan menuju perdamaian.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan Selat Hormuz kini “sepenuhnya terbuka” bagi kapal komersial.

Al Jazeera melaporkan pembukaan ini berlaku selama periode gencatan senjata Israel–Lebanon yang berlangsung 10 hari.

Meski demikian, Iran menegaskan jalur pelayaran tetap berada di bawah kontrol ketat.

Trump menyambut pembukaan Selat Hormuz sebagai kemajuan besar.

Ia mengklaim Iran telah sepakat untuk tidak lagi menutup jalur tersebut di masa depan.

Trump bahkan menyebut situasi ini sebagai kemenangan bagi dunia.

Namun di saat yang sama, ia menegaskan blokade angkatan laut AS terhadap Iran tetap diberlakukan.

Kontradiksi ini mencerminkan strategi tekanan Washington yang masih berjalan.

Pasar energi merespons cepat dengan turunnya harga minyak secara signifikan.

Penurunan ini dipicu harapan bahwa pasokan global kembali stabil.

Namun, analis menilai dampak ini bisa bersifat sementara.

Pembukaan Hormuz memberi harapan, tetapi belum cukup untuk menghapus risiko global sepenuhnya.

 


Program: Tribunnews Update
Editor Video: Aditya Wisnu Wardana

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.