TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Band alternative pop asal Yogyakarta, MOCTAR menandai perjalanan 15 tahun mereka dengan merilis album kedua bertajuk ‘Periodik’, sekaligus menggelar tur intim di sejumlah toko buku di Yogyakarta.
Langkah ini menjadi kelanjutan dari transformasi sejak era identitas lama mereka Kopibasi, sekaligus upaya mendekatkan karya dengan pendengar yang selama ini tumbuh di ruang literasi.
Album ‘Periodik’ berisi 10 trek yang masing-masing ditandai oleh tahun, membawa pendengar menelusuri perjalanan sejak 2011 hingga proyeksi 2026.
“Album ini ditulis untuk mengarsip apa saja yang berkelindan dari tahun ke tahun. Sebuah pengingat bahwa tidak ada yang benar-benar selesai. Yang ada hanya keberanian untuk melihat kembali apa yang pernah terampas, apa yang dilepaskan, dan apa yang diam-diam masih tinggal,” ujar Manajemen MOCTAR, Yahya.
Di dalamnya, tersaji kontras suasana, dari nuansa pedesaan dalam ‘Syahdan, 2011’ hingga dinamika kehidupan digital dalam ‘Kabar, 2025’. MOCTAR yang kini digawangi Sansan, Alfan A., Pradesta, Istiqlal Yul, Aghna Holly, dan Mathorian juga merangkai tema personal seperti spiritualitas dan cinta dengan keresahan sosial, termasuk kultur kerja dalam ‘Tidak Ada Cinta Hari Ini, 2017’.
Yahya menyebut album ini sebagai upaya merangkum perjalanan yang tidak berhenti pada satu fase. Album ‘Periodik’ ini ditulis untuk mengarsip apa saja yang berkelindan dari tahun ke tahun.
Ia juga menyinggung arah musikal yang diusung dalam album ini, yang tetap bertumpu pada kekuatan lirik.
“Genre post poem pop menjadi jembatan bagi lirik-lirik puitis namun tetap aksesibel di telinga,” kata Yahya.
Menurutnya, perkembangan tema dalam album ini juga menunjukkan perluasan sudut pandang MOCTAR. “Metafora tanah dan musim yang dulu akrab, kini berkembang menjadi narasi tentang kolonialisme tafsir hingga kesepian di dunia yang makin riuh,” ujarnya.
Perjalanan album ini ditutup melalui lagu ‘Ke Diri, Sekarang’, yang menjadi refleksi bahwa perjalanan paling menantang adalah kembali memahami diri sendiri.
Seiring perilisan album, MOCTAR menggelar tur di lima toko buku di Yogyakarta, yakni Warung Sastra, Shira Media, Solusi Buku, Mojok Store, dan Buku Akik. Konsep ini dipilih karena kedekatan antara personel dan pendengar yang berada di lingkup literasi.
Selain itu, MOCTAR juga dijadwalkan tampil dalam Record Store Day Jogja pada 25 April 2026 sebagai bagian dari rangkaian perkenalan album. Album ‘Periodik’ kini telah tersedia di berbagai platform musik digital, menjadi undangan bagi pendengar untuk menelusuri perjalanan, ingatan, dan refleksi yang mereka rangkum dalam satu karya.