Lampu Jalan Menuju Bandara di Lampung Tinggal Tersisa Fondasi, Hilang Dicuri
Robertus Didik Budiawan Cahyono April 18, 2026 06:19 PM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Ibnu (33) terpaksa harus meningkatkan kewaspadaan saat melintas di Jalur Lintas Tengah (Jalinteng) Sumatera pada malam hari.

Sopir truk asal Way Kanan, Lampung tersebut hanya mengandalkan lampu kendaraannya karena lampu PJU di ruas jalan negara itu mati.

Khususnya Jalintengsum Natar hingga menuju Bandara Radin Inten II.

“Lampu banyak yang mati. Kadang benar-benar gelap, cuma mengandalkan lampu kendaraan saja,” ujarnya.

Kondisi jalan yang gelap bukan tanpa sebab. Sejumlah lampu penerangan jalan umum (PJU) di ruas strategis Bandar Lampung-Bandara ini dilaporkan rusak hingga hilang.

Baca juga: Anggota DPR RI Imbau Masyarakat Laporkan Jika Temukan Lampu PJU Hilang

Bahkan, di beberapa titik hanya tersisa tiang atau fondasi tanpa lampu.

Situasi ini bukan hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi kendaraan besar yang membutuhkan jarak pandang lebih luas.

Seperti Desa Hajimena, jarak antar lampu PJU bahkan mencapai 50 hingga 100 meter. 

Sementara di area perkebunan sawit sebelum flyover Natar, kondisi gelap masih mendominasi meski sudah dipasang sebagian lampu tenaga surya.

Keluhan serupa juga datang dari pengguna jalan lain yang mengaku khawatir melintas di malam hari. Minimnya penerangan membuat jalan rawan kecelakaan maupun tindak kriminal.

Di sisi lain, pemerintah mengakui persoalan ini tidak sederhana.

Kepala BPTD Kelas II Lampung, Jonter Sitohang, menyebut kerusakan PJU dipicu berbagai faktor, mulai dari usia alat, gangguan teknis, hingga pencurian komponen.

“Yang dicuri itu ada yang baterainya saja, ada juga sampai tiangnya,” jelasnya.

Dari total 76 titik lampu di ruas Bandar Lampung–Tegineneng, beberapa di antaranya tidak berfungsi optimal. Ironisnya, banyak kasus kehilangan baru diketahui setelah fasilitas tersebut benar-benar hilang tanpa jejak.

Keterbatasan anggaran juga menjadi hambatan dalam perbaikan dan penambahan fasilitas. Perbaikan lampu yang rusak akibat pencurian harus melalui skema prioritas, menyesuaikan ketersediaan dana.

Di tengah kondisi tersebut, Anggota DPR RI Mukhlis Basri mendorong adanya perhatian serius dari pemerintah pusat. Ia menilai jalur menuju bandara merupakan akses vital yang harus dijaga keamanannya.

Namun di lapangan, waktu terus berjalan sementara jalanan tetap gelap.

Bagi para sopir seperti Ibnu, harapan mereka sederhana: penerangan yang layak agar perjalanan tidak lagi penuh ketidakpastian.

“Kalau terang, kita juga lebih tenang di jalan,” katanya.

( Tribunlampung.co.id ) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.