TRIBUNPRIANGAN.COM - Kabar meninggalnya seorang tokoh masyarakat di Pangandaran, H. Dadang Solihat, S.Pd., M.Pd., atau akrab disapa Dadang Okta, memicu duka mendalam masyarakat Pangandaran.
Satu di antaranya diungkapkan oleh keluarga besar tempat instansi almarhum berkiprah, yakni Badan Pendapatan Daerah ( Bapenda) Pangandaran.
Diketahui Dadang mengembuskan napas terakhirnya di sebuah klinik di wilayah Kondangjajar setelah sebelumnya dikabarkan mengalami gangguan jantung pada Sabtu (18/4/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.
Ungkapan belasungkawa lengkap dengan posternya dari keluarga besar Bapenda Kabupaten Pangandaran diunggah langsung di akun media sosialnya, Instagram.
Baca juga: Innalillahi! Kabupaten Pangandaran Berduka, Dadang Okta Tutup Usia, Berikut Sosoknya
Berikut pesan yang ditulisnya;
Innalillahi wa inna ilaihi raji’un
Keluarga Besar Bapenda Kabupaten Pangandaran menyampaikan rasa duka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya Bapak H. Dadang Solihat (Kepala Bapenda Pangandaran Masa Jabatan 2022-2024).
Terima kasih atas segala dedikasi, bimbingan, dan jasa yang telah diberikan selama masa bakti beliau. Semoga amal ibadah Almarhum diterima di sisi Allah SWT, diampuni segala kekhilafannya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan.
Aamiin Yra.
"Ya, dadakan tadi jam 3 meninggal di klinik di Kondangjajar, kang," ujar Denis, warga yang pernah menjadi ajudannya saat dihubungi Tribun Jabar melalui WhatsApp, Sabtu sore.
Kabar duka tersebut juga dibenarkan oleh Ketua DPC PKB Kabupaten Pangandaran, Otang Tarlian.
Ia menyampaikan, Dadang meninggal dunia akibat penyakit jantung yang dideritanya.
"Ya, meninggal. Tadi sakit jantung," singkatnya.
Dadang Okta lahir di Cijulang pada 20 Juli 1973. Ia dikenal sebagai sosok yang memiliki rekam jejak panjang di dunia pemerintahan.
Sebelum terjun ke kontestasi politik, ia pernah menjabat sebagai Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Pangandaran.
Pada Pilkada 2024 lalu, Dadang sempat mencalonkan diri sebagai calon Wakil Bupati Pangandaran berpasangan dengan Ujang Endin Indrawan.
Baca juga: Maju Pilkada Pangandaran, Ini Alasan Ujang Endin Indrawan Pilih Dadang Solihat untuk Mendampinginya
Ia diusung oleh sejumlah partai politik, di antaranya PKB dan Gerindra. Meski tidak terpilih, kiprah dan dedikasinya untuk daerah tetap dikenang masyarakat.
Kepergian Dadang terasa begitu mendadak. Banyak warga mengaku tidak menyangka, mengingat sosoknya dikenal aktif, hangat, dan mudah bergaul dengan siapa saja.
"Enggak nyangka, padahal orangnya baik. Umur enggak ada yang tahu," ujar Nurjaman (33), warga Padaherang dengan nada penuh haru. (*)