Dunia Terasa Runtuh, Veri AFI Alami Ablasio Retina Hingga Mata Kiri Buta Permanen, Berat Badan Turun
Kharisma Tri Saputra April 18, 2026 09:01 PM

TRIBUNSUMSEL.COM - Nama Veri Afandi alias Veri AFI kembali jadi sorotan, bukan karena panggung musik, melainkan kisah perjuangan hidup yang menyentuh.

Mantan juara Akademi Fantasi Indosiar ini mengungkap fakta pahit, ia kehilangan penglihatan di mata kiri akibat penyakit ablasio retina.

Kondisi tersebut bukan hanya mengubah fisiknya, tapi juga mengguncang mental dan menghancurkan mimpi yang selama ini ia kejar.

Veri sebelumnya memilih meninggalkan dunia hiburan demi fokus pada passion di bidang desain grafis.

Ia menempuh pendidikan Desain Komunikasi Visual dan mulai menata hidup baru sebagai kreator visual saat pandemi.

VERI AFI- Veri Afandi atau yang akrab disapa Veri AFI, dengan berderai air mata mengungkapkan mengubur cita-citanya menjadi desainer grafis akibat mengidap ablasio retina,  kehilangan penglihatan
VERI AFI- Veri Afandi atau yang akrab disapa Veri AFI, dengan berderai air mata mengungkapkan mengubur cita-citanya menjadi desainer grafis akibat mengidap ablasio retina, kehilangan penglihatan (Youtube/Feni Rose Official)

Baca juga: Tubuh Makin Kurus, Veri AFI Ungkap Idap Gerd Hingga Mata Kiri Tak Bisa Melihat, Takut Bertemu Orang

Namun, di tengah fase bangkit itu, cobaan datang tanpa diduga.

Dalam sebuah perbincangan hangat bersama Feni Rose tayang pada Jumat (17/4/2026), Veri mengungkapkan bagaimana mimpinya di bidang seni visual harus terkubur dengan kenyataan pahit terkait kondisi kesehatannya.

Kejar Cita-cita Desainer Grafis

Dimana saat itu setelah meninggalkan dunia hiburan, Veri memang mengejar cita-citanya menjadi desainer grafis.

Veri menceritakan bahwa kecintaannya pada dunia seni rupa bukan tanpa alasan. 

Nama "Afandi" yang disematkan oleh sang ayah merupakan sebuah doa agar dirinya kelak bisa menjadi pelukis besar seperti maestro Afandi.

"Waktu umur 5 tahun, aku ikut lomba lukis ditemenin ayah dan aku dapat juara satu. Ayah pengen aku jadi pelukis, makanya nama aku dikasih Feri Afandi supaya menjadi pelukis seperti pelukis Afandi," kenang Veri.

Mimpi itu pun ia kejar hingga jenjang perguruan tinggi dengan mengambil jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV). 

Bahkan, Veri sempat berniat meninggalkan dunia hiburan demi fokus menjadi seorang desainer grafis.

Saat pandemi COVID-19 melanda, ketika industri hiburan sedang lesu, Veri justru merasa menemukan kembali jalannya.  

Ia aktif bekerja sebagai desainer grafis dan penulis cerita dari rumah. 

Namun, di tengah kenyamanan itu, sebuah cobaan berat datang harus kehilangan penglihatannya.

"Kembali nikmat itu diambil, aku kena ablasio retina mata. Mata kiri aku sampai akhirnya enggak bisa ngelihat lagi. Di situ aku benar-benar ngerasa duniaku seperti runtuh lagi," ungkapnya dengan berlinang air mata.

Veri menjelaskan bahwa kondisi ini sangat memukul batinnya, terutama karena ia telah mengorbankan karier panggungnya demi mengejar mimpinya di bidang desainer grafis.

"Dulu sendiri pun demi mengejar cita-cita itu, aku menolak perpanjangan kontrak. Aku bilang aku pengen kuliah, aku enggak pengen selamanya mengandalkan dunia entertain... 

Aku pengen jadi seorang misioner grafis. Dan akhirnya kembali semuanya itu harus aku relain dengan tidak berfungsinya mata yang sebelah kiri."

Veri mengaku bahwa mata kirinya tak bisa menangkap obyek dengan jelas.

Kondisi itu ditambah dengan adanya silinder pada kedua mata.

"Sebelah kiri sekarang burem banget," ucapnya.

Kehilangan penglihatan pada satu matanya ternyata berdampak pada kesehatan Veri secara keseluruhan.

Pandangan yang buram dan keterbatasan fisik tersebut memicu depresi dan kecemasan (anxiety) yang hebat, hingga ia sempat mengalami fase tidak bisa masuk makanan sama sekali.

Vonis dokter menyatakan bahwa retina mata kirinya sudah rusak secara permanen. 

"Kanan kiri ada silinder, plus, minusnya ada. Ditambah lagi mata kiri retinanya rusak," jelasnya.

Saat itu Veri yang memilih menjauh dan mengurung diri, hingga tak bisa makan selama tiga bulan.

"Dehidrasi parah," kata Veri.

Bahkan, kondisi tersebut sempat membuat bobot tubuh Veri semakin berubah tampak lebih kurus. 

Kini, Veri kembal berjuang untuk beradaptasi dengan keterbatasan tersebut sambil mencoba menata kembali kesehatan mentalnya yang sempat hancur akibat kehilangan mata.

Sebagaimana diketahui, sosok Veri Affandi, yang dikenal sebagai Veri AFI, adalah juara pertama Akademi Fantasi Indosiar (AFI) musim pertama pada tahun 2003–2004. 

Dalam grand final acara tersebut pada tahun 2004, Veri Affandi berhasil mengalahkan dua saingannya, yaitu Kia dan Mawar.

Kemenangan Veri Affandi dalam AFI 1 membuat namanya tiba-tiba populer dan sering muncul di berbagai panggung dan layar kaca. 

Namun, seiring berjalannya waktu, karier Veri Affandi di dunia hiburan mulai meredup. 

Meskipun begitu, dia masih sering tampil sebagai penyanyi dan menjadi pembawa acara.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.