TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Siswa yag meledek guru di SMA Negeri 1 Purwakarta akhirnya membuat pengakuan.
Dia secara terang-terangan meledek guru dari arah belakang.
Bahkan kini video siswa ledek guru ini menjadi viral di media sosial.
Para siswa pun mendapat kecaman publik atas tindakan mereka.
Dalam rekaman berdurai 31 detik, tampak mereka mengolok-olok guru perempuan dari belakang.
Terlihat sejumlah siswi mengacungkan jari tengah ke arah belakang guru.
Lalu ada pula siswa yang tampak meledek dari arah belakang.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Purwanto mengatakan bahwa mereka adalah siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Purwakarta.
Para siswa meledek guru setelah kegiatan belajar pada Kamis (16/4/2026).
"Untuk alasannya, kami belum sampai ke sana. Itu masih didalami oleh pihak sekolah," katanya.
Kini mereka membuat pengakuan.
"Saya Nabila perwakilan dari kelas XI memohon maaf terutama pada semua kepala sekolah, jajaran wakasek, beserta guru-guru, teman-teman angkatan dan alumni yang sudah lulus," katanya.
Baca juga: Terungkap! Kronologi 9 Siswa SMAN 1 Purwakarta Acungkan Jari Tengah ke Guru, Begini Awalnya
Dia membuat pengakuan bahwa tindakan yang dilakukan memang tidak pantas.
"Saya dan teman-teman saya ngakuin tindakan yang sudah kami lakukan itu tidak pantas dilakukan pada ibu guru kami," katanya.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMAN 1 Purwakarta, Ida Rosida, menyampaikan bahwa pihak sekolah langsung mengambil langkah tegas sesuai aturan yang berlaku.
"Kasus ini sudah ditangani oleh sekolah dan sanksi kepada siswa sudah dilakukan sesuai dengan pedoman pendidikan karakter Pancawaluya nomor 15942/PK.08.05/GTK serta turunan tata tertib sekolah," katanya.
Baca juga: Terungkap Sosok Guru yang Diledek 9 Siswa IPS SMAN 1 Purwakarta, Pengajar Tegas, Penyayang Murid
Ia menjelaskan total ada sembilan siswa yang terlibat dalam aksi tersebut.
Penanganan dan pemberian sanksi juga mengacu pada arahan dari Gubernur Jawa Barat.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, turut menyampaikan keprihatinannya atas fenomena ini.
Meski pihak sekolah telah memberikan sanksi skorsing, Dedi memberikan saran agar hukuman dialihkan ke bentuk kerja sosial yang lebih mendidik.
"Saya memberikan saran, anak itu tidak skorsing selama 19 hari, ini saran. Mudah-mudahan sarannya bisa digunakan, tapi diberikan hukuman membersihkan halaman sekolah. Menyapu dalam setiap hari dan membersihkan toilet. Ini yang saya sarankan," ucap Dedi Mulyadi.
https://whatsapp.com/channel/0029VaGzALAEAKWCW0r6wK2t