Serangga merupakan jenis hewan yang paling banyak di Bumi dengan jumlah 5,5 juta hingga 7 juta spesies. Spesiesnya tersebar di berbagai tempat mulai dari hutan, rawa, perkotaan, hingga rumah-rumah. Namun, adakah yang hidup di laut?
Jawabannya ada, meski sangat jarang ditemukan. Serangga air yang bisa dikatakan hidup di laut yaitu genus Itu pun tidak benar-benar di laut melainkan hanya di permukaan.
Sementara yang lain, ada jenis serangga air yang bisa ditemukan di dekat air tawar. Lantas mengapa hampir tak ada serangga yang hidup di laut?
Alasan Serangga Tak Ditemukan di Laut
Selama ini, serangga dikenal sebagai hewan paling beragam dan adaptif di darat. Namun, tahukah detikers bahwa nenek moyang serangga berasal dari laut, sama seperti kepiting dan udang?
Para ilmuwan kini menelusuri bagaimana makhluk kecil ini meninggalkan air untuk menaklukkan daratan. Sekitar 440 juta tahun lalu, mereka meninggalkan laut untuk menempati daratan, mengikuti ekspansi tanaman yang mulai hidup di tanah.
Seiring beradaptasi dengan daratan, serangga kehilangan beberapa kemampuan lautnya, tetapi mereka mengembangkan fitur baru yang penting untuk bertahan di lingkungan darat, demikian dilansir dari Popular Science.
Contohnya, sistem pernapasan melalui spirakel (lubang-lubang kecil di tubuh) dan kemampuan terbang memungkinkan mereka menyebar luas dan menaklukkan berbagai habitat. Evolusi baru ini membuat serangga hidup jauh dari laut.
Mengapa Serangga Tidak Coba Hidup di Laut
Serangga berevolusi untuk hidup di darat, sehingga hampir semua adaptasinya, mulai dari pernapasan hingga reproduksi, disesuaikan untuk lingkungan terestrial. Bahkan serangga yang hidup di air tawar tetap tidak bisa menjauh terlalu jauh dari daratan.
Berbeda dengan krustasea laut yang menggunakan insang untuk bernapas dan mengatur kadar garam. Serangga bernapas melalui lubang-lubang kecil di tubuhnya; sistem ini efektif di udara tetapi tidak berguna di laut.
Evolusi sayap dari struktur yang dulunya mungkin berfungsi sebagai insang juga memungkinkan serangga menjelajahi daratan dengan lebih leluasa.
Banyak serangga juga memiliki mulut yang khusus untuk mengonsumsi tumbuhan dan menjalani siklus hidup melalui metamorfosis lengkap. Itu membuat mereka bisa bertahan menghadapi perubahan musim dan ketersediaan makanan. Adaptasi ini sangat bermanfaat di darat, tetapi tidak berguna di lingkungan laut.
Jika serangga menghilangkan ciri-ciri darat dan beradaptasi kembali dengan laut, maka akan menghadapi risiko evolusi yang tinggi. Sementara itu, krustasea telah lama menguasai lautan, sehingga serangga kemungkinan besar lebih menguntungkan untuk tetap tinggal di habitat darat daripada mencoba bersaing di laut.





