Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Lembaga Persahabatan Ormas Islam, Said Aqil Sirodj menyampaikan dukungan moral kepada Republik Islam Iran dalam menjaga kedaulatan negara dan bangsa, yang dinilai sejalan dengan nilai-nilai Islam dan prinsip kemanusiaan.
“Kami menyampaikan dukungan penuh atas perjuangan Republik Islam Iran dalam menjaga kedaulatan negara dan bangsa sebagai wujud dari hifzunnafsi (melindungi jiwa) hifzuddaulah (melindungi negara), serta hifzuddin (melindungi agama),” ujar Kiai Said Aqil dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.
Pernyataan tersebut disampaikan Kiai Said saat menggelar pertemuan dan silaturahim dengan Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi di Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqofah, Jakarta.
Kiai Said menyampaikan keprihatinan atas berbagai tekanan dan konflik global yang dialami Iran, serta penegasan bahwa Indonesia menjunjung tinggi keadilan dan menolak segala bentuk penjajahan.
Menurutnya, masyarakat Indonesia juga menyerukan persatuan umat Islam dunia serta mendorong terciptanya perdamaian melalui dialog dan kerja sama internasional.
Lembaga Persahabatan Ormas Islam berharap terwujudnya perdamaian dunia, serta doa bagi keselamatan dan kesejahteraan rakyat Iran.
“Kita mendukung Iran sepenuhnya dengan doa, dengan moral. Berdoa mudah-mudahan bangsa Iran diberi kekuatan lahir batin dan kemenangan," kata Kiai Said.
Sebagai simbol persahabatan dan solidaritas, Duta Besar Iran menerima cinderamata berupa keris dari Kyai Said, yang dimaknai sebagai simbol keberanian dan keteguhan dalam menghadapi berbagai tantangan global.
Selain itu, disampaikan permohonan agar kapal tanker Indonesia dapat diberikan izin melintas di Selat Hormuz dengan jaminan keamanan, sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas energi nasional.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada pemerintah dan masyarakat Indonesia, dikarenakan menyampaikan dukungannya kepada kami. Dikarenakan selama ini telah menunjukkan bahwa Indonesia selalu hadir di sisi yang benar dari sejarah,” ujar Dubes Iran.





