Situbondo (ANTARA) - PT Paiton Operation & Maintenance Indonesia (PT POMI) memastikan keberlanjutan program lingkungan dengan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan hutan rakyat di Desa Selobanteng, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.
Head of Human Capital, Facility and Community (HCFC) PT POMI/Paiton Energy, Rochman Hidayat mengatakan program Penguatan Strategi dan Kolaborasi Pengelolaan Hutan Rakyat ini bekerja sama dengan Universitas Negeri Malang (UM) untuk melakukan pemantauan dan evaluasi rutin setiap tahun.
"Kami tidak ingin program yang dilaksanakan di Desa Selobanteng hanya sekadar berjalan. Oleh karena itu, kami bekerja sama dengan UM untuk monitoring tiap tahun," ujarnya dalam kegiatan peningkatan kapasitas masyarakat bertajuk "Melindungi Mata Air, Menjaga Keanekaragaman Hayati" di Desa Selobanteng, Kecamatan Banyuglugur, Situbondo, Sabtu.
Rochman menegaskan bahwa program Permata Hati (Perlindungan Mata Air dan Keanekaragaman Hayati) ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan yang mengoperasikan PLTU Paiton Unit 3 dan Unit 7&8 Paiton Energy.
Menurut dia, program lingkungan di desa ujung barat Situbondo itu dirancang berjalan jangka panjang, bukan sementara, dan untuk menjamin efektifitasnya dilakukan pemantauan rutin tiap tahun.
Selain itu, lanjut Rochman, program yang berfokus pada perlindungan mata air dan konservasi yang telah berjalan sejak 2009 itu, selain untuk menjaga kelestarian lingkungan, juga diharapkan mampu meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola hutan rakyat secara mandiri.
"Kami ingin bapak/ibu yang hadir di sini bisa memberikan masukan terkait kebermanfaatannya seperti apa, karena ini program bersama," kata dia di hadapan puluhan masyarakat desa setempat.
Sementara itu, Akademisi dari Universitas Negeri Malang Prof Fatchur Rohman mengapresiasi Pemerintahan Desa Selobanteng serta masyarakat setempat punya komitmen dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Menurut dia, konsistensi kepada desa dan partisipasi aktif masyarakat setempat menjadi kunci keberhasilan menjaga lingkungan, karena Desa Selobanteng memiliki kekayaan keanekaragaman hayati luar biasa dan harus tetap dijaga.
"Kami apresiasi kepala desa yang memiliki komitmen kuat dalam menjaga keanekaragaman hayati," kata Prof Ong, sapaan akrabnya.
Sejak satu dekade (2015-2025) dipercaya oleh PT POMI melakukan pemantauan dalam program Perlindungan Air dan Keanekaragaman Hayati di Desa Selobanteng, di hutan rakyat desa itu tercatat sebanyak 66 jenis tumbuhan.
"Indeks keragaman tumbuhan di Selobanteng ini cukup tinggi, yang artinya variasi jenis tumbuhannya beragam dan pemerataan jumlah masing-masing jenis tumbuhan juga sangat baik," kata Prof Ong.
Dalam kesempatan itu, dia menyampaikan bahwa alam diciptakan untuk memenuhi kebutuhan manusia, dan manusia sendiri punya tanggung jawab menjaga tatanan tersebut.
"Alam ini diciptakan untuk kebutuhan manusia, oleh karena itu mari kita jaga bersama," tutur Prof Ong.





