Ditengah Konflik Geopolitik Timur Tengah Okupansi di Kawasan The Nusa Dua Stabil
Ngurah Adi Kusuma April 18, 2026 10:03 PM

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Ditengah konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah perang antara Iran dan Israel yang masih berlangsung berdampak terhadap sejumlah sektor mulai perekonomian, energi, pariwisata dan lain sebagainya.

Kontribusi sektor pariwisata Bali terhadap perekonomian mencapai 66 persen lebih pun mulai terdampak perang.

Terlebih kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Bali dari Timur Tengah ke kawasan The Nusa Dua.

"Dampak pasti ada. Paling tidak mungkin dari menurunnya katakanlah wisatawan dari Middle East (Timur Tengah)," kata Direktur Operasi ITDC, Troy Reza Warokka, saat ditemui pada Jumat (17/4/2026) sore di Bali Collection dalam kegiatan media gathering.

Baca juga: Sidak Duktang di Jembrana Bali, Belasan Orang Tanpa Suket Kembali Terjaring, Imbau Pemilik Kos

Namun pihaknya di satu sisi bersyukur dari catatan laporan tenant (hotel-hotel) kawasan The Nusa Dua rata-rata tingkat okupansi atau hunian hotel meningkat dibandingkan periode sama tahun lalu.

Dimana rata-rata okupansi Triwulan I (Januari-Maret) tahun 2026 di The Nusa Dua mencapai 68,17 persen.

"Kalau lihat sekarang justru ada trafik yang cukup tinggi dari tiga negara yakni Australia, China, dan India,”

“Jadi mengakibatkan posisi okupansi di Nusa Dua di periode triwulan pertama tahun ini lebih tinggi daripada bulan lalu di tahun 2025," ungkap Troy.

Jika dirinci lebih lanjut periode bulan Januari rata-rata okupansi mencapai 73,09 persen, bulan Februari 66,42 persen dan bulan Maret mencapai 65,00 persen.

Menurutnya wisman atau turis asing memilih Indonesia khususnya Bali sebagai salah satu negara yang aman dikunjungi mereka untuk berlibur dan The Nusa Dua menjadi bagian dari salah satu destinasi wisata yang aman dan nyaman di kunjungi.

Baca juga: Banyak Atlet Drop di Final, KONI Buleleng Benahi Kesalahan Program Latihan Jelang Porprov Bali 2027

Kepercayaan wisman ini perlu terus di jaga oleh pihaknya (ITDC) selaku pengelola kawasan dan stakeholder terkait lainnya agar kunjungan wisatawan tetap terjaga dengan baik.

"Ini yang harus kita jaga sama-sama, makanya kita lakukan rejuvenasi, perwajahan baru, service yang lebih baik,”

“InJourney sudah mencanangkan tahun ini sebagai tahun pelayanan sehingga mereka akan menambah length of stay-nya di Nusa Dua," imbuh Troy.

Pihaknya juga berharap dengan situasi seperti sekarang ini selain wisatawan untuk berlibur, sektor Meetings, Incentives, Conferences, dan Exhibitions atau MICE (Pertemuan, Insentif, Konvensi, dan Pameran) tetap stabil bahkan bisa meningkat sehingga dapat mendorong tingkat okupansi.

Baca juga: Daftar Kenaikan Harga BBM di Indonesia: Pertamina Dex Naik Hampir 100 Persen, Bagaimana di Bali?

Pilihan tepat jika MICE memilih lokasi di kawasan pariwisata The Nusa Dua karena fasilitas yang ada disini lengkap.

"Kalau mau menyelenggarakan MICE yang baik, aman ya di Nusa Dua. Karena apa? Semua lengkap ada di sini,”

“Buktinya kita terpilih selalu terpilih untuk beberapa event internasional yang mengundang banyak kepala negara," tutur Troy.

Dan kembali lagi Troy menilai bahwa faktor keamanan menjadi kunci dari kawasan The Nusa Dua selalu dipilih menjadi tuan rumah event-event internasional tahun lalu seperti IFSC World Cup 2025, Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) 2025, Bali Interfood 2025, The Nusa Dua Festival dan lain sebagainya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.