Wayan Koster Resmikan Gedung MUI Provinsi Bali di Denpasar, Telan Dana Hingga Rp 3,6 Miliar
Ngurah Adi Kusuma April 18, 2026 10:03 PM

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Umat muslim di Bali akhirnya memiliki kantor bersama untuk pelayanan umat. 

Gubernur Bali Wayan Koster meresmikan gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Bali di Jalan Pura Banyu Kuning Padangsambian, Denpasar Barat, Kota Denpasar pada Sabtu 18 April 2026. 

"Dengan mengucapkan om awighnam astu namo siddham, gedung MUI ini dengan resmi titiang (saya) buka dan diresmikan untuk beroperasi," ucap Koster, disambut tepuk tangan para tamu undangan.

Berdiri diatas tanah atau lahan seluas 7 are, peresmian yang ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita oleh Gubernur Koster dihadiri dan disaksikan para pejabat Forkopimda, tokoh masyarakat, pengurus MUI Bali, organisasi masyarakat hingga anggota DPRD Provinsi Bali, Zulfikar Wijaya dan Ketua Tim Nazir, H. Ekky Cules.

Baca juga: Meski Tiap Hari Dipadati Pengunjung, Alun-alun Gianyar Bali Tetap Bersih, Ini Strategi DLH Gianyar

Menelan dana total Rp3,6 milyar lebih,  dimana Rp1,5 miliar merupakan dukungan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali sisanya merupakan sumbangsih dana umat. 

Angka tersebut dialokasikan hanya untuk pembangunan fisik gedung saja. Artinya belum termasuk nilai dana pembebasan lahan.

"Ini yang bagus dengan cara gotong royong. Usaha kerja kerasnya bergotong royong untuk membangun, dengan cara ini ringan pikiran kita," terangnya.

Gubernur Koster berharap, Gedung MUI Provinsi Bali bisa memberikan angin segar bagi semeton Muslim Bali. 

Sehingga kedepan gedung yang telah diresmikan, bisa diperuntukkan untuk umat muslim di Bali.

"Jadi sepatutnya betul dikhususkan untuk memberikan pelayanan optimal kepada umat muslim yang ada di Bali agar terjaga dengan baik," pungkasnya.

Baca juga: Sidak Duktang di Jembrana Bali, Belasan Orang Tanpa Suket Kembali Terjaring, Imbau Pemilik Kos

Sementara itu, Ketua Umum MUI Provinsi Bali, H Mahrusun Hadyono mengucapkan terimakasih kepada umat muslim di Bali juga Pemprov Bali yang mendukung adanya center bagi umat muslim Bali.

"Gedung MUI Provinsi Bali ini berfungsi melayani umat, masyarakat, siapapun yang memerlukan pelayanan oleh MUI Provinsi Bali," imbuhnya.

Meskipun gedung MUI Provinsi Bali masih belum seratus persen rampung dan masih belum memiliki prasarana yang lengkap dalam beraktivitas, pihaknya bangga karena sudah menjadi pemicu semangat MUI di Kabupaten/Kota.

”Dampak positifnya jadi menular, saya sudah dapat laporan MUI Kabupaten Jembrana dan Buleleng juga merencanakan membangun kantor juga, semoga yang lain juga ikut,” harapnya penuh optimis.

Ia berharap, semua pengurus MUI Provinsi Bali bisa memulai dan bersama-sama bekerja dalam melayani masyarakat, khususnya umat muslim di Bali. 

"Kepada semua jajaran MUI Provinsi Bali, untuk bersama-sama menggunakan gedung ini dengan sebaiknya," katanya.

Ketua Percepatan Pembangunan Gedung MUI Provinsi Bali, H. Ekky Rezal bersama Ketua Pendanaan pembangunan H. Husaini Ismail, dalam laporannya mengungkap, realisasi gedung MUI Bali ini digagas oleh KH. Hasan Ali. 

Mulai dari pembebasan lahan hingga wakaf.

Ia menyebut, tahun 2019 dimulai yang peletakan batu pertamanya dilakukan oleh Gubernur Koster. Tahap awal dana Rp1 miliar, lalu terhenti karena musibah Covid-19.

Sempat diketuai Roni Antoni lalu dalam kepengurusan KH Mahrusun Hadiyono dan Sekretaris H. Ismoyo Soemarlan dibentuk panitia baru yang menunjuk Ketuanya H. Ekky Rezal.

”Tentu kami menyusun proposal, lalu pada 19 Juni 2025, bersih-bersih kantor dan Alhamdulillah Pak Gubernur Koster membantu suntikan dana Rp 1,5 miliar, maka gedung ini kemudian berdiri dan rampung,” ungkapnya.  

Baca juga: Banyak Atlet Drop di Final, KONI Buleleng Benahi Kesalahan Program Latihan Jelang Porprov Bali 2027

Selanjutnya, pihaknya melakukan sosialisasi dimulai dengan pembukaan Mushola Hasan Ali.

”Terimakasih semua donatur baik yang puluhan ribu hingga ratusan juta, semoga menjadi amal jariyah,” ucap tokoh asal Sumatera, ini.

”Luar biasa perhatian Pak Gubernur, ini akan menjadi legacy bagi Pak Koster, sampai akan membantu isi furniture dan AC, inilah hasil perjuangan kita semua,” pujinya.

Sementara Husaini Ismail menyebut Pembangunan Kantor MUI Bali ini menyedot dana total Rp 3,6 miliar.

”Jadi meski sempat tersendat Alhamdulillah sudah rampung dan siap pakai, tinggal sarana dan prasarana di dalamnya yang perlu dilengkapi, kami bekerja penuh tak mengambil untung seribu rupiah pun,” kata Husaini Ismail, disambut tepuk tangan hadirin.

Proyeksinya, gedung terdiri tiga lantai itu masing-masing memiliki fungsi berbeda.

Di lantai satu, digunakan sebagai tempat ibadah dan bisa digunakan untuk acara bagi umat muslim di Bali.

Di lantai dua gedung MUI akan dijadikan tempat kerja ataupun pertemuan para pengurus dan Komisi-Komisi.

Sedangkan di lantai tiga akan disewakan untuk lembaga atau pun organisasi masyarakat muslim yang tidak memiliki kantor maupun tempat kepengurusan.

Pihak ketiga bisa mendesain sendiri ruangannya, karena di lantai tiga masih lapang.

Peresmian diawali dengan persembahan tari Rodat anak-anak dari Kampung Muslim Kepaon Denpasar. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.