TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BULIAN -- BPBD Kabupaten Batang Hari merilis 76 desa/kelurahan dari 8 kecamatan. Sejauh ini, ada 57 titik terpantau di Batang Hari.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Batang Hari, Sholihin, menjelaskan, dari jumlah tersebut, 41 di antaranya merupakan titik panas (hotspot) dan 16 merupakan titik api (firespot).
Adapun, total luas yang terbakar sejauh ini tercatat 19,4395 hektare.
Berikut rincian per kecamatan:
- Bajubang (7): Hotspot 6, Firespot 1, Terbakar: 5 Ha
- Muara Tembesi (9): Hotspot 7, Firespot 2, Terbakar 4 Ha
- Maro Sebo Ulu (15): Hotspot 14, Firespot 1, terbakar: 0,25 Ha
- Muara Bulian (13): Hotspot 0, Firespot 7, Terbakar 2,9895 Ha
- Batin XXIV (3): Hotspot 0, Firespot 1, Terbakar 0,4 Ha
- Pemayung (3): Hotspot 0, Firespot 1, Terbakar 5 Ha
- Maro Sebo Ilir (5): Hotspot 0, Firespot 2, Terbakar 0,8 Ha
- Mersam (2): Hotspot 0, Firespot 1, Terbakar 1 Ha
Catatan:
- Titik terbanyak: Maro Sebo Ulu (15 titik)
- Firespot terbanyak: Muara Bulian (7 titik)
- Luas terbakar terbesar: Bajubang dan Pemayung (masing-masing 5 Ha)
Pada kemarau 2026, Pemkab Batang Hari melalui BPBD memetakan ada 76 desa/kelurahan dari delapan kecamatan rawan karhutla.
Kecamatan itu meliputi Pemayung, Bajubang, Muara Bulian, Muara Tembesi, Maro Sebo Ulu, Maro Sebo Ilir, Mersam, dan Batin XXIV.
Daftar Desa/Kelurahan di Batang Hari Rawan Karhutla
Pemayung
- Jembatan Mas
- Kubu Kandang
- Lopak Aur
- Pulau Betung
- Selat
- Senaning
- Serasah
- Tebing Tinggi
- Teluk
- Teluk Ketapang
Bajubang
- Bajubang
- Bungku
- Ladang Peris
- Mekar Jaya
- Panerokan
- Pompa Air
Muara Bulian
- Muara Bulian
- Pasar Baru
- Sridadi
- Teratai
- Aro
- Bajubang Laut
- Kilangan
- Malapari
- Muara Singoan
- Napal Sisik
- Pasar Terusan
- Olak
- Rantau Puri
- Simpang Terusan
- Singkawang
- Sungai Baung
- Sungai Buluh
- Tenam
Muara Tembesi
- Ampelu
- Jebak
- Pelayangan
- Pulau
- Rambutan Masam
- Rantau Kapas Mudo
- Suka Ramai
- Rantau Kapas Tuo
- Sungai Pulai'
Maro Sebo Ulu
- Batu Sawar
- Buluh Kasab
- Kembang Seri
- Pulau Kelapo
- Peninjauan
- Rengas IX
- Sungai Ruan Ulu
- Kembang Seri Baru
- Mekar Sari
Maro Sebo Ili
- Danau Embat
- Terusan
Mersam
- Kembang Paseban
- Benteng Rendah
- Kembang Tanjung
- Mersam
- Pematang Gadung
- Sengkati Baru
- Sengkati Mudo
- Sungai Puar
- Telung Melintang
Bathin XXIV
- Durian Luncuk
- Muara Jangga
- Aur Gading
- Hajran
- Jangga Baru
- Jelutih
- Karmeo
- Koto Boyo
- Mata Gual
- Paku Aji
- Simpang Jelutih
- Simpang Karmeo
- Terentang Baru
Pemerintah Kabupaten Batang Hari menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berlaku mulai 14 April hingga 31 Oktober 2026.
Kebijakan ini diambil oleh BPBD Batang Hari setelah menggelar rapat bersama Forkopimda, menyusul meningkatnya potensi kebakaran akibat kondisi cuaca ekstrem.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Batang Hari, Sholihin, mengatakan langkah tersebut merupakan bentuk kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman karhutla yang diperkirakan meningkat tahun ini.
"Status siaga darurat sudah kami tetapkan sejak 14 April dan akan berlangsung hingga 31 Oktober 2026," ujarnya, Kamis (16/4/2026).
Ia menjelaskan, penetapan status itu juga mengacu pada peringatan BMKG terkait potensi fenomena El Nino yang diprediksi cukup kuat. Kondisi tersebut dinilai dapat memicu musim kemarau lebih panjang dengan suhu yang lebih tinggi dari biasanya.
"Berdasarkan informasi BMKG, tahun ini ada potensi El Nino yang cukup kuat, sehingga dapat memicu kekeringan dan meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan," katanya.
Berdasarkan data BPBD, sejak Januari hingga 13 April 2026 tercatat 16 titik api dengan total luas lahan terbakar sekitar 19,4 hektare yang tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Batang Hari.
Menurut Sholihin, sebagian besar kejadian karhutla disebabkan oleh aktivitas manusia, seperti membakar sampah dan membuka lahan dengan cara dibakar.
"Mayoritas kebakaran disebabkan oleh kelalaian masyarakat, seperti membakar sampah dan membuka lahan dengan cara dibakar," tambahnya.
Ia juga mengingatkan bahwa kondisi cuaca yang panas dan kering membuat api lebih mudah menyebar dan sulit dikendalikan. Karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembakaran, terutama saat kondisi cuaca ekstrem.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar, serta tidak membakar sampah, terutama saat cuaca panas," tegasnya.
Baca juga: Daftar 29 Desa/Kelurahan Rawan Karhutla di Tanjab Barat pada Kemarau 2026
Baca juga: Maling di Sungai Penuh Jatuh dari Lantai Dua Rumah Korban lalu Pingsan
Baca juga: Tabel Angsuran KUR BRI 2026 untuk Pinjaman sampai Rp500 Juta Tenor 1-5 Tahun