Sebelum BBM Nonsubsidi Naik, JK Klaim Sudah Surati Presiden dan Menko Perekonomian
Erik S April 18, 2026 11:17 PM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) mengklaim telah lebih dulu mengingatkan pemerintah soal potensi masalah keuangan negara sebelum kenaikan harga BBM (bahan bakar minyak) terjadi.

JK menyebut telah menghitung kondisi fiskal negara jauh hari dan menilai penyesuaian harga BBM sulit dihindari.

Jusuf Kalla bahkan mengaku telah menyampaikan pandangannya langsung kepada Presiden dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.

“Saya kirim ke Bapak Presiden, saya kirim ke Menko Ekonomi. Ada kata-kata isinya, pemerintah pusat perlu mengantisipasi situasi yang diperkirakan akan mulai muncul pada bulan Juli, situasi akan muncul masalah. Tidak mengatakan kaos,” ujar JK dalam jumpa pers di kediamannya di kawasan Jakarta Selatan, Sabtu (18/4/2026).

JK menegaskan, peringatannya tersebut bukan berarti ia memprediksi negara akan mengalami kekacauan.

Ia membantah anggapan yang menyebut dirinya pernah mengatakan Indonesia akan kaos.

“Kita sudah hitung dua bulan lalu bahwa tidak mungkin keuangan negara tanpa menyesuaikan harga BBM,” jelasnya.

Menurut JK, usulan kenaikan BBM yang sempat ia sampaikan juga bukan bentuk paksaan kepada pemerintah.

Ia menilai, sebagai warga negara, dirinya berhak memberikan masukan berdasarkan pengalaman panjangnya di pemerintahan.

“Tidak, saya tidak paksa, usul. Semua warga negara Anda pun boleh mengusulkan apa pun ke pemerintah," tuturnya.

"Pemerintah ini pemerintah kita, apa yang salah kalau kita usulkan naik BBM yang ternyata sekarang naik BBM?” sambung dia.

Baca juga: Pengamat: Kenaikan BBM Nonsubsidi Bisa Tekan Daya Beli dan Geser Minat Konsumen Otomotif

Ia pun menegaskan tidak memiliki niat menjatuhkan pemerintah melalui pernyataan-pernyataannya tersebut.

Menurutnya, pandangan yang ia sampaikan semata sebagai bentuk tanggung jawab dan pengalaman selama puluhan tahun di pemerintahan.

“Saya tidak pernah mengatakan jatuhkan pemerintah, tidak pernah. Bahwa lima halaman, enam halaman kita berikan pandangan sebagai warga negara itu kewajiban, apalagi saya 20 tahun di pemerintahan,” tegas JK.

Dikutip dari laman resmi Pertamina, BBM nonsubsidi yakni harga Pertamax Turbo hari ini naik Rp 6.300 dari sebelumnya Rp 13.100 menjadi Rp 19.400 per liter.

Sementara harga Dexlite naik Rp 9.400 dari Rp 14.200 menjadi Rp 23.600 per liter.

Lalu harga Pertamina Dex hari ini meningkat Rp 9.400 dari Rp 14.500 menjadi Rp 23.900 per liter.

Meski demikian, harga BBM subsidi masih tetap stabil. Pertalite dijual Rp 10.000 per liter dan Biosolar subsidi Rp 6.800 per liter di seluruh wilayah.
 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.