MOTIF Nenek Nekat Aniaya Cucu Balitanya, Dua Kakak Korban Juga Pernah Disiksa Pelaku
Septrina Ayu Simanjorang April 18, 2026 11:27 PM

TRIBUN-MEDAN.com - Inilah motif nenek nekat aniaya cucu balitanya.

Dua kakak korban juga pernah disiksa oleh pelaku.

Kasus seorang balita di Kota Kediri meninggal karena penganiayaan oleh neneknya jadi sorotan.

Baca juga: AMARAH Jusuf Kalla Dilaporkan Dugaan Penistaan Agama: Termul, Jokowi Jadi Presiden Itu Karena Saya

Akhirnya misteri penyebab kematian balita tersebut terungkap.

Muhammad Alfahriza Mukhtar (3) warga Kelurahan Ngronggo, Kecamatan Kota, Kota Kediri ternyata dianiaya oleh neneknya sendiri, Sumilah (64).

Korban ditemukan meninggal dunia di rumahnya pada Rabu (15/4/2026).

Sumilah diamankan sejak awal kejadian.

Baca juga: JUSUF KALLA Sebut Videonya di UGM Mencuat Setelah Berkonflik dengan Rismon: Saya Tak Tuduh Politik

Setelah melalui serangkaian pemeriksaan, polisi akhirnya menetapkan Sumilah sebagai terduga pelaku utama dalam kasus tersebut.

Kasat Reskrim Polres Kediri Kota, AKP Achmad Elyasarif Martadinata, mengatakan bahwa sebelumnya pihaknya sempat mengamankan tiga orang, yakni ayah tiri korban, ibu kandung, dan nenek korban.

Namun, dari hasil penyelidikan, hanya nenek korban yang ditetapkan sebagai tersangka.

NENEK ANIAYA CUCU - Kepolisian Resor Kediri Kota, Jawa Timur, saat konferensi pers penanganan perkara kematian bocah akibat menjadi korban KDRT oleh neneknya sendiri, Jumat (17/4/2026). Peristiwa meninggalnya seorang balita di Kota Kediri sempat membuat warga heboh.

"Dari hasil pemeriksaan dan alat bukti yang kami kumpulkan, kami menetapkan satu orang tersangka, yakni nenek korban berinisial S," ungkap AKP Achmad Elyasarif Martadinata, Jumat (17/4/2026).

Korban sempat dibawa ke RS Bhayangkara Kediri untuk dilakukan autopsi sebelum akhirnya dimakamkan di tempat pemakaman umum dekat rumahnya pada Kamis (16/4/2026).

Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga digunakan dalam aksi penganiayaan tersebut.

Barang bukti itu di antaranya potongan kayu, paralon, bak mandi plastik, serta pakaian milik korban.

Motif Karena Kesal

Elyasarif mengungkapkan, berdasarkan pengakuan tersangka, aksi kekerasan dilakukan karena pelaku merasa kesal terhadap korban yang dianggap tidak menurut.

"Tersangka mengaku kesal karena korban tidak menuruti perintah. Kemudian melakukan pemukulan supaya korban menurut, namun ternyata mengakibatkan korban meninggal dunia," jelasnya.

Tak hanya terhadap korban NIZ, tersangka juga diduga melakukan kekerasan terhadap dua kakak korban yang masih di bawah umur.

Baca juga: SOSOK Slamet Riyanto, Pria Ancam Bakal Bom Minimarket Bawa Barang tak Bayar, Ngaku Kenal Paspampres

Keduanya disebut mengalami penganiayaan dengan dicubit dan pukulan.

"Dari hasil pendalaman, kami menemukan adanya dugaan penganiayaan terhadap dua saudara korban lainnya. Saat ini masih kami dalami lebih lanjut," tambahnya.

Sebelumnya, warga Kelurahan Ngronggo sempat digegerkan dengan kabar meninggalnya balita tersebut.

Warga yang curiga dengan kondisi korban langsung memeriksa dan mendapati korban sudah tidak bernyawa sebelum akhirnya melaporkan ke pihak kepolisian. 

Korban saat dilakukan pemeriksaan ditemukan luka lebam pada perut serta pelipis.

Baca juga: ANGGOTA Polisi Gerebek Istrinya Berduaan dengan Personel TNI di Kamar Kos di Kota Kendari

Saat kejadian, kedua orang tua korban tidak berada di rumah.

Ayah tiri korban diketahui sedang bekerja, sementara ibu korban tengah bekerja sebagai tukang pijat. 

"Saat ibu korban pulang, ia mendapati anaknya sudah dalam kondisi tidak sadarkan diri. Kemudian melaporkan ke tetangga ternyata setelah dicek sudah meninggal," pungkas Elyasarif.

 

(*/ Tribun-medan.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.