TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Banyuwangi – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-242 Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Klenteng Hoo Tong Bio Banyuwangi berlangsung meriah, Sabtu malam (18/4/2026). Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani turut hadir dalam perayaan tersebut dan disambut atraksi barongsai yang memukau.
Perayaan ini merupakan rangkaian peringatan hari kebesaran Yang Mulia Kongco Tan Hu Cin Jin. Acara dihadiri ratusan umat Tri Dharma dari berbagai daerah, seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, Bali, hingga Nusa Tenggara Barat.
Dalam sambutannya, Ipuk menekankan pentingnya menjaga harmoni di tengah keberagaman masyarakat. Ia menyebut nilai tersebut menjadi fondasi utama dalam kehidupan sosial.
“Bahwa harmoni adalah nilai paling utama. Makna ini mengajarkan kita semua bahwa dalam perbedaan keyakinan dan budaya, yang harus dijaga adalah harmoni,” kata Ipuk.
Baca juga: Petugas PUDAM Banyuwangi Gagalkan Pencurian Meteran Air, Pelaku Berhasil Tertangkap
Menurutnya, harmoni akan melahirkan perdamaian yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Nilai tersebut juga selaras dengan ajaran Yang Mulia Kongco Tan Hu Cin Jin yang menekankan kebajikan, keteladanan, dan pengabdian.
“Semoga doa-doa yang dipanjatkan dalam kegiatan ini membawa keberkahan, kedamaian, dan kemakmuran bagi Banyuwangi,” ujarnya.
Selain aspek spiritual dan budaya, Ipuk juga mendorong penguatan ekonomi kreatif melalui kolaborasi dengan pelaku UMKM lokal. Ia berharap momentum perayaan ini dapat memberikan dampak ekonomi langsung bagi pedagang di sekitar klenteng.
Baca juga: Dua Kasus Elpiji Oplosan di Banyuwangi Dibekuk, Salah Satu Tersangka Pemilik Pangkalan
Sementara itu, Ketua TITD Hoo Tong Bio Banyuwangi, Sylvia Ekawati, mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran acara. Ia menilai kesuksesan perayaan ini tidak lepas dari sinergi berbagai pihak.
“Sinergi dan gotong royong kita adalah kunci eksistensi klenteng ini. Perayaan ini merupakan momentum untuk meningkatkan rasa syukur serta mempererat tali persaudaraan atas bimbingan para Dewa-Dewi,” ungkap Sylvia.
Pada perayaan tahun ini, panitia mengusung konsep unik bertajuk “euni kimsin”. Konsep tersebut mengharuskan setiap klenteng peserta membawa rupang atau patung dewa-dewi ke altar utama Yang Mulia Kongco Tan Hu Cin Jin.
Baca juga: Harga Plastik Mahal, Besek Bambu di Banyuwangi Laris Manis
Sebanyak delapan klenteng dari berbagai wilayah Indonesia turut berpartisipasi. Kehadiran rupang ini bertujuan mempererat hubungan antar pengurus klenteng serta umat Tri Dharma.
Sylvia berharap Klenteng Hoo Tong Bio terus menjadi ruang yang teduh bagi umat sekaligus pusat pelestarian tradisi dan nilai kebajikan.
“Saya berharap klenteng ini terus menjadi rumah yang teduh bagi umat. Pusat pelestarian, tradisi, dan wadah untuk menebar kebajikan di tengah masyarakat. Di tengah keberagaman, mari kita jadikan momentum ini untuk memperkuat sikap saling menghormati dan toleransi,” tutupnya.