TRIBUNNEWS.COM - Persiapan Amerika Serikat sebagai salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026 kembali mendapatkan hantaman besar.
Para pekerja yang berkontribusi dan bekerja di salah satu venue Piala Dunia 2026 mendatang, SoFi Stadium, di Los Angeles, California, mengancam melakukan mogok kerja.
Mereka protes soal minimnya jaminan keamanan dan sosial kepada mereka saat bekerja keras mendukung bergulirnya event sepak bola akbar empat tahunan ini.
Selain itu, mereka juga khawatir soal keberadaan Agen Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai Amerika Serikat atau yang dikenal dengan ICE.
Mereka takut sewaktu-waktu bisa digrebek dan dideportasi ke daerah asal bila tak memiliki dokumen tinggal yang sah.
Baca juga: Jelang Piala Dunia 2026, Arab Saudi Pecat Pelatih yang Pernah Singkirkan Timnas Indonesia
"Para pekerja siap melakukan apapun," kata Maria Hernandez selaku koordinator pekerja dikutip dari CBS.
"Banyak orang yang merasa tidak aman dan kami harus membuat pihak SoFi Stadium tahu soal ini."
"Sepertinya FIFA-lah yang berkuasa atas event ini dan mereka memiliki peluang untuk melakukan sesuatu yang benar."
"Tanpa para tukang masak, cuci piring, pelayan dan yang lainnya, tidak akan ada pertandingan digelar," sambungnya.
Keberadaan ICE di sekitar event Piala Dunia 2026 memang tak hanya sekadar wacana.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pernah berujar tak akan ragu menurunkan tim ICE ke lima wilayah berbeda untuk memastikan Piala Dunia 2026 berlangsung aman dan tertib.
Meski demikian, Presiden berusia 79 tahun ini tak mau menyebutkan 5 kota yang menjadi incarannya tersebut.
Ia hanya memastikan akan sering menelepon para Gubernur untuk memantau situasi.
Sekaligus ia akan mengingatkan para koleganya bahwa ICE siap diterjukan.
"Kami akan melakukannya lagi (menerjunkan ICE). Dan, ngomomg-ngomong, kami akan bisa menggelar Olimpiade dan Piala Dunia yang aman," kata Trump dikutip dari Sportbible.
"Kami ada 5 kota yang menjadi pengawasan ketat kami."
"Namun kami ingin lebih merasa diundang daripada langsung menerjunkan agen ke sana."
"Kami akan sering menelepon para Gubernur. Kami akan mengumumkan kota-kota itu dalam waktu dekat," sambungnya.
Penerjunan agen ICE pernah dilakukan Trump dalam beberapa kesempatan.
Dalam konteks olahraga, sang taipan properti ini juga pernah menurunkan agen ICE ke Los Angeles, California, pada musim panas tahun lalu.
Penerjunan para agen itu dilakukan lantaran ada protes besar yang melibatkan pendemo dan barisan aparat penegak hukum.
Keputusan itu dipandang terlalu cepat dilakukan Trump oleh banyak pihak.
Namun Trump menilai hal itu perlu dilakukan untuk menjaga ketertiban umum.
"Saya benar-benar menyelamatkan Los Angeles," ucap Trump kala itu, dikutip dari NBC.
"Jika saya tidak menurunkan para agen dan Garda Nasional, Anda tidak akan bisa menggelar Olimpiade (2028)" paparnya.
Trump menyambut Piala Dunia 2026 dengan persiapan yang cukup nyentrik.
Beberapa waktu lalu ia juga mengeluarkan kebijakan yang membatasi dan melarang warga dari beberapa negara untuk masuk ke wilayahnya.
Sikap Amerika Serikat yang menerbitkan larangan penerbitan visa bagi 75 negara yang berlaku pada Januari 2026 mulai menimbulkan gejolak.
Kebijakan Amerika Serikat itu akan memberikan pengaruh pada salah satu event olahraga paling bergengsi di dunia, Piala Dunia 2026, yang akan digelar di negeri Paman Sam.
Dari panjangnya daftar negara yang warganya dilarang masuk AS, ada beberapa di antaranya yang termasuk peserta Piala Dunia.
Negara seperti Brasil, Maroko, Uruguay, hingga Pantai Gading menjadi beberapa yang akan terkena imbas itu.
Pemerintah AS memang sudah memberikan pengecualian kepada para pemain dan staf yang nantinya akan tampil di Piala Dunia 2026 untuk bisa tetap masuk ke negara super power itu.
Namun pengecualian itu tak berlaku bagi para penggemar dari negara yang sama.
Hingga kini permasalahan tersebut masih belum mendapatkan jalan keluar dari FIFA selaku penanggungjawab terselenggaranya Piala Dunia 2026.
Amerika Serikat akan menggelar Piala Dunia 2026 bersama Meksiko dan Kanada selaku tuan rumah bersama.
(Tribunnews.com/Guruh)