Jakarta Kota Teraman ke-2 ASEAN, Sinergi Aparat dan Ormas Jadi Kunci
Dodi Hasanuddin April 19, 2026 01:35 AM

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Capaian Jakarta sebagai kota teraman kedua di kawasan Asia Tenggara (ASEAN) pada 2026 mendapat respons dari Forum Lintas Ormas (FLO) Provinsi DKI Jakarta.

Prestasi tersebut dinilai sebagai hasil kolaborasi erat antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan organisasi kemasyarakatan (ormas) dalam menjaga stabilitas wilayah.

Baca juga: PKB Angkat Budaya Betawi Jadi Agenda Politik, Muscab Jakarta Jadi Panggung Konsolidasi 2029

Ketua Umum FLO Provinsi DKI Jakarta, Juaini Yusuf, menilai situasi kondusif di Ibu Kota tidak terlepas dari kerja bersama berbagai elemen, termasuk masyarakat di tingkat akar rumput.

“Alhamdulillah selama ini setelah kami koordinasi dengan Polda, dengan TNI dan DKI Jakarta juga situasinya masih lebih aman kan, dan sekarang DKI Jakarta menurut Kapolda jadi nomor dua yang teraman di Asia Tenggara,” kata Juaini di sela kegiatan halal bihalal FLO di Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Sabtu (18/4/2026).

Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan lahir dari sinergi yang konsisten antara ormas dan aparat keamanan dalam menjaga ketertiban sosial.

“Ya tentu itu semua hasil kerja sama kita (masyarakat) dengan aparat Polri, TNI dan juga semua ormas yang ada di Jakarta,” imbuhnya.

Baca juga: Pramono Anung Haramkan Politik di BUMD Jakarta: Direksi Harus Profesional, Bukan Titipan Parpol

Dalam praktiknya, FLO berperan sebagai penghubung antara masyarakat dan pemerintah, sekaligus mitra strategis dalam menjaga keamanan wilayah. 

Juaini menyebut, pihaknya kerap menerima arahan untuk terlibat langsung dalam berbagai kegiatan pengamanan bersama aparat.

“Kami menerima instruksi dan perintah bersinergi dengan Polda, dengan TNI, dan dengan jajaran Pemprov DKI yang memang selama ini sudah kami laksanakan, yaitu sama-sama bersinergi untuk menjaga situasi Jakarta supaya aman dan kondusif,” ucapnya.

Selain itu, FLO juga memiliki kemampuan mobilisasi anggota dalam jumlah besar untuk mendukung kegiatan pengamanan. 

Hal ini menjadi salah satu kekuatan dalam menjaga stabilitas di lapangan.

“Kalau dilepas semuanya, seperti yang kadang-kadang Kapolda minta, kami apel siaga di Polda itu bisa sampai 5.000 anggota,” kata Juaini.

“Karena memang ya semuanya siap gitu ketika dipanggil dan itu  sudah komitmen kami semuanya,” ujarnya.

Baca juga: Sering Sebabkan Kecelakaan, 3 Bangunan Liar di Matraman Jakarta Timur Dibongkar

Tak hanya di aspek keamanan, FLO juga aktif melakukan pembinaan internal terhadap ormas yang tergabung, termasuk memastikan legalitas organisasi.

Hingga kini, sekitar 150 ormas telah menjadi bagian dari forum tersebut.

“Ya memang dengan adanya FLO ini kami menjaring juga dan kami selalu mengecek keabsahan daripada ormas-ormas yang ada di FLO itu. Itu memang salah satu program kami juga,” kata Juaini.

“Kalau memang yang belum ada keabsahannya nanti insya Allah kami dukung, kami jembatani ke Kesbangpol maupun ke pihak terkait yang ada hubungannya dengan masalah administrasi keormasan,” jelasnya.

Baca juga: BUMD Jakarta Didorong Naik Kelas, Pramono Anung Tekankan Sinergi Menghadapi Situasi Geopolitik

Sementara itu Dewan Pembina FLO DKI Jakarta, Fahira Idris, menegaskan FLO memiliki fungsi strategis sebagai ruang bersama lintas ormas sekaligus jembatan aspirasi masyarakat.

“Pertama, FLO adalah rumah besar kebersamaan lintas ormas di DKI Jakarta, kedua FLO adalah sebagai jembatan aspirasi masyarakat, dan ketiga, FLO adalah mitra strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas dan keamanan sosial di Jakarta,” kata Fahira.

Dia juga mengapresiasi berbagai kontribusi nyata FLO melalui kegiatan sosial hingga kolaborasi lintas lembaga yang dinilai memperkuat kohesi sosial di Jakarta.

“Saya selalu salut dengan FLO ini karena telah melakukan sebanyak kegiatan, mulai dari kegiatan sosial, deklarasi kebangsaan, hingga kolaborasi dengan beberapa institusi,” ucapnya.

Lebih jauh, Fahira menilai momentum halal bihalal menjadi ruang penting untuk memperkuat kepercayaan antarormas dan menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat perkotaan.

“Momentum dalam ini, idealnya kita memaknai lebih dari sekedar saling bersama. Ini adalah momentum untuk membersihkan hati dan membuat kepercayaan antaromas, sekaligus menghapus sekat-sekat perbedaan dan memperkuat persatuan,” tuturnya.

 



© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.