Laporan Wartawan Tribun Gayo Asnawi Luwi | Aceh Tenggara
TribunGayo.com, KUTACANE - Ruangan belajar di SMA Negeri 2 Badar tidak pernah dipakai atau difungsikan untuk proses belajar mengajar, karena jumlah siswa yang sedikit dan memiliki ruang belajar lain.
Ruangan Kelas Baru (RKB) itu telah direhab pada bagian plafonnya tahun 2022 dari anggaran Pokir Anggota DPRA Dapil 8.
Namun tak lama dipasang plafon itupun rusak. Kondisi plafon ambruk alias berjatuhan.
"Dua bulan lebih dipasang plafon tetapi sudah ada yang mulai rusak. Dan, bangunan ruangan kelas itu sebenarnya tidak berfungsi.
Namun, direhab plafonnya menggunakan anggaran pokir DPRA.
Sementara pihak sekolah hanya penerima manfaat," kata Kepala SMA Negeri 2 Badar, Abdul Halim SPd MHum yang sudah 6 tahun menjabat sebagai Kepala Sekolah, Sabtu (18/4/2026).
Ia menyebutkan jumlah siswa di sekolah tersebut hanya 54 orang dari kelas I hingga kelas III.
Jadi, untuk meningkatkan peserta didik tahun ajaran baru ini, pihaknya berharap Dinas Pendidikan (Disdik) Aceh mengeluarkan edaran untuk diberlakukan kembali sistem zonasi.
Ia menambahkan di sekolahnya, bangunan cukup memadai, karena memiliki laboratorium, perpustakaan dan juga memiliki ruangan kelas baru dari proyek revitalisasi.
"Kalau infrastruktur memadai. Namun, jumlah siswa-siswi masih sedikit," sebutnya.
Padahal, untuk menarik minat peserta didik bersekolah di SMA Negeri 2 Badar, pihaknya memberikan baju batik gratis dan juga biaya komite sekolah. (*)
Baca juga: Prakiraan Cuaca Aceh Tenggara Besok 19 April 2026: Hujan Ringan hingga Sedang
Baca juga: Harga BBM Nonsubsidi Resmi Naik di Aceh Tenggara, Dexlite Rp 24.150/Liter
Baca juga: Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Asal Aceh Tenggara Meninggal Dunia