TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Pemerintah Kabupaten Gianyar melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) resmi mengumumkan pemenang Sayembara Desain Logo Maskot Kabupaten Gianyar setelah melalui rangkaian penjurian ketat.
Pengumuman dilakukan usai penjurian tahap II berupa presentasi karya yang digelar di Ruang Rapat Diskominfo Kabupaten Gianyar, Kamis 16 April 2026.
Namun tak disebutkan jumlah hadiah tiap pemenang, hanya totalnya mencapai Rp 50 juta.
Berdasarkan data Diskominfo Gianyar, Jumat 17 April 2026, tahap akhir penjurian diikuti 10 peserta terbaik yang sebelumnya disaring dari total 30 peserta yang mengunggah karya melalui website resmi sayembara.
Baca juga: Seniman Bapang Barong Meriahkan HUT Kota Gianyar Bali, Parbawa: Penyatuan Komitmen
Proses seleksi melibatkan tim juri yang terdiri dari Prof I Wayan Dibia, Prof. Anak Agung Gde Bagus Udayana, I Gede Widharma Suhartha, Dewa Gede Raka Jana Nuraga, serta Ari Setiya Wibawa.
Berdasarkan hasil penilaian, I Wayan Agus Widya Putra dari Banjar Mas, Sayan, Ubud ditetapkan sebagai juara pertama.
Posisi kedua diraih I Wayan Adi Maha Wiguna dari Banjar Mas, Sayan, Ubud.
Disusul I Putu Dedy Suryawan dari Banjar Medahan, Blahbatuh sebagai juara ketiga, serta I Kadek Dwi Windyana dari Lingkungan Samplangan, Gianyar sebagai juara harapan I.
Ketua Tim Juri, Prof I Wayan Dibia menyampaikan, bahwa proses penjurian dari tahap I hingga tahap II berjalan dengan baik.
Ia menilai sebagian besar karya telah memenuhi konsep yang ditetapkan dalam Aanwijzing, meski masih ada beberapa karya yang belum sepenuhnya merepresentasikan Gianyar sebagai kota seni.
“Hasil karya peserta sebagian besar sudah memenuhi konsep Logo Maskot Kabupaten Gianyar yang telah dijelaskan pada saat pemberian penjelasan (Aanwijzing). Namun masih ada beberapa karya yang belum memenuhi kriteria dan secara visual masih belum merepresentasikan Gianyar sebagai kota seni,” ujarnya.
Ia juga memberikan apresiasi pada para pemenang sekaligus motivasi bagi peserta lain agar terus berkarya.
“Selamat kepada pemenang, dan bagi peserta yang belum terpilih diharapkan tetap terus berkarya dan mengembangkan kreativitas sebagai bagian dari kemajuan ekosistem seni di Gianyar,” tambahnya.
Panitia pelaksana, I Dewa Gede Agung Wahyudi mengatakan, penyerahan hadiah akan dilaksanakan pada saat Upacara Peringatan Hari Jadi Kota Gianyar ke-255, Minggu 19 April 2026.
Sebelumnya, sayembara ini digelar sebagai langkah strategis Pemerintah Kabupaten Gianyar dalam memperkuat identitas dan citra daerah, sekaligus menjadi wadah partisipasi publik bagi desainer, seniman, dan masyarakat kreatif.
Sekretaris Daerah Kabupaten Gianyar, I Gusti Bagus Adi Widhya Utama, menjelaskan bahwa sayembara ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mengabadikan karya sebagai simbol kebanggaan daerah.
“Sayembara ini merupakan kesempatan mengabadikan karya sebagai simbol kebanggaan Kabupaten Gianyar," ujar Gus Bem sapaannya.
Sayembara ini mengusung maskot bernama “Padmakara” yang akan menjadi identitas visual resmi Pemerintah Daerah.
Filosofi Padmakara diambil dari bunga padma yang tumbuh dari lumpur namun tetap bersih dan indah.
“Bunga Padma tumbuh dari lumpur namun tetap bersih dan indah, yang secara filosofis menggambarkan kemampuan untuk tetap murni di tengah berbagai tantangan kehidupan. Kelopak berjumlah delapan merepresentasikan delapan penjuru mata angin serta nilai-nilai suci yang berkaitan dengan konsep Dewata Nawasanga,” jelasnya. (*)