Laporan Wartawan TribunMadura.com, Khairul Amin
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Rakhmat Basuki mencatat hasil impresif dengan dua kemenangan dan satu kekalahan dari tiga pertandingan.
Tiga pertandingan Madura United yang dipimpinnya, hanya menelan satu kekalahan, tumbang 1-3 dari Borneo FC.
Dua pertandingan lainnya menang. Menumbangkan Persik 2-1, kemudian mengalahkan Persebaya 1-2.
Kemenangan atas Persebaya menjadi kemenangan perdana Madura United di kandang Persebaya dari total 10 laga yang dijalani sejak musim 2018.
Kemenangan mengejutkan atas tim yang dipimpin pelatih pernah merasakan juara Liga 1 bersama PSM Makassar.
Dua kemenangan beruntun itu, menjadi periode terbaik Madura United musim ini.
Baca juga: Biang Kerok Kekalahan Persebaya dari Madura United, Bernardo Tavares: Masalah di Akurasi
Hasil yang membuat Madura United keluar dari zona degradasi. Saat ini ada di peringkat 14, dua strip di atas zona degradasi dengan poin 26.
Ini bukan kali pertama Rakhmat Basuki sukses menjalankan peran sebagai pelatih karteker. Periode sebelumnya ia tampil positif ketika menjadi pelatih karteker.
"Saya selalu berhasil menjadi karteker, mungkin karena kebutuhan juga. Karena saya percaya bahwa semua pemain punya kualitas yang sama dengan tim lain di Liga 1. Saya percaya diri, itu yang terus saya jaga," kata Rakhmat Basuki pada media termasuk TribunMadura.com.
Baca juga: Kunci Madura United Kandaskan Persebaya 2-1 di GBT, Rakhmat Basuki Puji Lini Pertahanan
Rakhmat Basuki bukan sosok baru di Madura United. Sudah menjadi asisten pelatih berbagai pelatih dengan bermacam-macam karakter di Madura United sejak tim ini didirikan.
Mulai dari asisten Danil Rukito, Mustakim, Arcan Aurie, Gomes Oliviera, Milomir Seslija, Dejan Antonic, Rahmad Darmawan, Fabio Lefundes, Mauricio Souza, Paulo Meneses, Alfredo Vera sampai Carlos Pereira.
Perjalanan panjang tersebut membuat pelatih asli Madura ini kenyang pengalaman. Komplet secara pengetahuan.
"Tapi untuk keinginan menjadi pelatih kepala, sementara ini belum. Karena saya masih harus banyak belajar, banyak juga melihat bagaimana pelatih-pelatih yang lebih senior dari saya," terangnya.
Ia juga masih terganjal lisensi kepelatihan yang mensyaratkan harus A Pro untuk bisa menahkodai tim di kompetisi Super League. Sementara ia masih A, butuh naik satu peringkat lagi.
"Ya mudah-mudahan tahun depan atau dua tahun lagi, saya bisa naik ke level pro. Meskipun saya merasa belum pantas untuk memimpin tim di kelas Liga 1," pungkasnya.
Pembuktian kualitas Rakhmat Basuki meramu Madura United selenjutnya saat menjamu Dewa United, Sabtu (25/4/2026) mendatang di Stadion Gelora Bangkalan.