Pemkab Batang Kucurkan Bantuan dan Modal Usaha untuk Ribuan Warga Rentan Tekan Kemiskinan Ekstrem
Rustam Aji April 19, 2026 12:25 PM

TRIBUNBANYUMAS.COM, BATANG - Upaya serius menekan potensi kemiskinan ekstrem terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Batang, tak sekadar menyalurkan bantuan sosial, Pemkab kini menggabungkan perlindungan sosial dengan pemberdayaan ekonomi bagi ribuan warga rentan pada 2026.

Melalui Dinas Sosial (Dinsos), bantuan disalurkan kepada 1.545 anak yatim, piatu, dan yatim piatu di halaman Rumah Dinas Bupati Batang. 

Masing-masing menerima santunan Rp500 ribu, dengan total anggaran mencapai Rp772,5 juta.

Kepala Dinsos Batang, Willopo, menegaskan bahwa bantuan ini bukan hanya bentuk kepedulian, tetapi juga strategi pemerintah dalam mencegah munculnya kantong-kantong kemiskinan baru.

“Pendekatannya sekarang tidak hanya bantuan konsumtif, tetapi juga pemberdayaan. Harapannya masyarakat tidak bergantung, tapi bisa mandiri,” kata Willopo kepada Tribunjateng, Minggu (19/4/2026). 

Selain santunan anak, perhatian juga diberikan kepada kelompok rentan lainnya. 

Baca juga: Waduh, Viral di Medsos, Nakes Salatiga Tantang Antivaksin, Siap Disuntik 3 Vaksin Sekaligus

Sebanyak 140 penyandang disabilitas berat dan 139 lanjut usia terlantar menerima bantuan asistensi Rp200 ribu per bulan selama tiga bulan.

Menariknya, Pemkab Batang mulai memperkuat skema pemberdayaan ekonomi. 

Sebanyak 61 Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS), termasuk penyandang disabilitas ringan, eks warga binaan, dan perempuan rawan sosial ekonomi, mendapat bantuan modal usaha Rp3 juta per orang.

Program serupa juga menyasar 46 keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH), dengan total bantuan Rp138 juta. 

Langkah ini dinilai sebagai upaya konkret mengubah penerima bantuan menjadi pelaku usaha mandiri.

“Ini yang kita dorong, dari penerima bantuan menjadi pelaku usaha. Jadi ada keberlanjutan,” ungkapnya. 

Tak hanya itu, perlindungan bagi pekerja rentan juga diperkuat melalui kolaborasi dengan BPJS Ketenagakerjaan. 

Secara simbolis, santunan kematian sebesar Rp42 juta diserahkan kepada ahli waris. Tercatat sejak 2025 hingga April 2026, total klaim mencapai Rp764 juta untuk 22 penerima.

Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, menekankan bahwa kehadiran pemerintah harus benar-benar dirasakan oleh masyarakat, terutama mereka yang berada dalam kondisi rentan.

“Yang kita lakukan, bukan sekadar penyaluran bantuan. Ini adalah bagian dari komitmen menghadirkan keadilan sosial dan memastikan masyarakat punya kesempatan untuk bangkit,” tegasnya.

Baca juga: Dua Rumah di Sapuran Wonosobo Hanguskan Terbakar, Kerugian Capai Rp 400 Juta

Ia juga mengingatkan agar bantuan dimanfaatkan secara bijak, terutama bantuan usaha yang diharapkan bisa menjadi titik awal peningkatan ekonomi keluarga.

Kolaborasi lintas sektor turut memperkuat program ini. 

Sejumlah pihak swasta dan organisasi ikut berkontribusi, di antaranya PT Bhimasena Power Indonesia yang menyalurkan bantuan alat tulis bagi anak yatim, serta Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Batang yang memberikan seragam sekolah.

Dengan kombinasi bantuan sosial, pemberdayaan ekonomi, dan perlindungan jaminan sosial, Pemkab Batang optimistis dapat menekan angka kemiskinan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (Ito) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.