SERAMBINEWS.COM - Jamaah haji Indonesia akan segera berangkat ke Arab Saudi untuk keberangkatan jamaah haji tahun ini 2026.
Untuk di Aceh, Jamaah haji dijadwalkan mulai diberangkatkan pada awal Mei 2026.
Maka itu petugas Imigrasi mulai memperketat pemeriksaan visa dan dokumen bagi penumpang pesawat.
Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Soekarno-Hatta membentuk Satuan Tugas atau Satgas khusus selama periode ibadah haji 1447 Hijriah.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta, Galih Priya Kartika Perdana mengatakan, satgas khusus bertugas mengantisipasi adanya calon jemaah haji yang tidak terdaftar namun ingin ikut serta berangkat ke Tanah Suci.
"Berkaca penyelenggaraan haji tahun lalu, kami telah menyiapkan satgas khusus mengantisipasi keberangkatan jemaah haji ilegal," ujar Galih kepada awak media, Jumat (17/4/2026).
Pembentukan satgas khusus tersebut dilakukan usai didapati 700 penumpang yang ingin berangkat ke Makkah, Arah Saudi pada periode ibadah haji tahun 2025 lalu melalui bandara tersibuk se-Indonesia itu.
Baca juga: Arab Saudi Tegaskan Sanksi bagi Jemaah Haji Ilegal, Haji 2026 Wajib Izin Resmi
Satgas khusus akan fokus melakukan pemeriksaan dokumen perjalanan, memverifikasi visa penumpang lantaran mayoritas modus yang digunakan ialah memakai visa kerja dan visa untuk ziarah.
"Jadi fungsi satgas ini melakukan pencegahan agar melindungi masyarakat dari masalah yang akan dihadapi di luar negeri karena mencoba berangkat tanpa memenuhi prosedur yang berlaku," ungkapnya.
Adapun satgas tersebut melibatkan berbagai unsur internal dan eksternal imigrasi seperti pihak kepolisian, beacukai, hingga petugas keamanan bandara atau aviation security (avsec).
Pihak Imigrasi Soekarno-Hatta juga telah berkoordinasi dengan Otoritas Bandara (Otban) guna memastikan kelancaran operasional di lapangan.
Pembentukan tim lintas bidang tersebut dilakukan guna meningkatkan pelayanan, serta mengantisipasi berbagai potensi pelanggaran, termasuk penyalahgunaan momen ibadah haji.
Terlebih keberadaan satgas khusus tidak hanya fokus pada kelancaran pelayanan, namun juga untuk menekan potensi penyalahgunaan visa haji yang kerap terjadi.
"Fokus satgas khusus adalah mempersiapkan pelaksanaan haji dengan baik dan juga melakukan antisipasi adanya penyalahgunaan visa haji," sambungnya.
Satgas khusus akan ditandai dengan didirikannya posko terpadu di area Bandara Soetta guna memperkuat koordinasi selama proses keberangkatan jemaah.
Menurut dia, umumnya calon jemaah haji ilegal beroperasi di Terminal 3 Bandara Soetta yang menjadi titik keberangkatan penerbangan internasional non-haji reguler.
"Tim satgas lintas bidang ini kami bentuk dengan berkolaborasi bersama Otban dan Polresta Bandara Soekarno-Hatta demi memastikan penyelenggaraan berjalan lancar," jelasnya.
Diketahui sebanyak 35.285 calon jemaah haji akan berangkat ke Tanah Suci melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Benda, Kota Tangerang, Banten.
Puluhan ribu calon jemaah haji itu berasal dari tiga embarkasi di wilayah Jabodetabek yaitu Embarkasi Pondok Gede, Bekasi dan Cipondoh yang akan berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta.
Ribuan calon jemaah haji tersebut akan berangkat ke Arab Saudi dengan menggunakan maskapai penerbangan Garuda Indonesia dan Saudi Arabian Airlines yang dimulai sejak Rabu (22/4/2026) dini hari pekan depan.
Menyikapi hal itu Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj RI) memastikan penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah hampir terlaksana sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf mengatakan, penyelenggaraan haji 1447 Hijriah diikuti 221.000 orang dari berbagai wilayah se-Tanah Air.
Persiapan pemerintah dalam memberangkatkan 221.000 calon jemaah haji telah rampung secara keseluruhan mulai dari penerbitan visa, kartu nusuk hingga kloter keberangkatan dan kepulangan dari Arab Saudi ke Indonesia.
"Alhamdulillah persiapan sudah selesai semua seperti visa sudah 100 persen keluar, kartu nusuk tadi pagi saya cek bahwa 100 persen sudah di Indonesia semua, tinggal dibagikan kepada jemaah nanti lalu diaktifkan di Indonesia," kata dia. (m28)