Diduga Karena Menyalip, PP Dikeroyok Sekelompok Pemotor di Sunset Road Bali, Polisi Buru Pelaku
Putu Dewi Adi Damayanthi April 19, 2026 12:35 PM

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Aksi kekerasan jalanan menimpa seorang pemuda asal Jakarta berinisial PP (23) di Simpang Kunti, Jalan Sunset Road, Seminyak, Kuta, Badung, Bali. 

Korban dikeroyok secara brutal oleh sekelompok pengendara motor pada Rabu 8 April 2026 subuh, hanya karena dipicu persoalan sepele saat berkendara.

Pihak kepolisian setempat telah melakukan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) menyusul viralnya video kejadian tersebut di media sosial. 

Berdasarkan hasil penyelidikan, peristiwa bermula sekitar pukul 04.00 WITA, saat korban berboncengan dengan rekannya, Ferdika Gumai.

Baca juga: 7 Pelaku Pengeroyokan Diburu, Detik-Detik Dua Pria Dianiaya dan Dibakar di Pelabuhan Benoa

"Saat itu, korban dan rekannya yang sedang berkendara sempat menyalip sekelompok pengendara sepeda motor sekitar 200 meter sebelum Simpang Kunti," kata Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra, pada Minggu 19 April 2026.

"Tak terima disalip, salah seorang pengendara dari kelompok tersebut berteriak 'WOAW' dan menuduh korban telah menyerempet mereka," imbuhnya. 

Situasi memanas seketika, belum sempat korban memberikan penjelasan, salah satu pelaku tiba-tiba menendang korban hingga jatuh tersungkur di aspal. 

Kelompok pemotor tersebut kemudian menghadang kendaraan Ferdika dan melakukan intimidasi. 

Dalam keadaan terdesak, Ferdika berusaha mencari pertolongan ke karyawan SPBU Kunti dan menjemput teman-temannya yang lain.

Namun, sesampainya kembali di lokasi kejadian, Ferdika tidak menemukan keberadaan korban maupun gerombolan pemotor tersebut. 

"Setelah dilakukan pencarian, korban sudah mengamankan diri di rumah kekasihnya dalam kondisi luka-luka," jelasnya.

Akibat pengeroyokan tersebut, PP mengalami luka lebam di bagian pipi kiri dan kanan, bibir bengkak, serta pembengkakan pada bahu. 

Kejadian ini pun langsung dilaporkan ke Polsek Kuta guna penanganan hukum lebih lanjut.

Iptu I Gede Adi Saputra Jaya menegaskan bahwa Polresta Denpasar tidak menoleransi aksi premanisme jalanan seperti ini. 

Tim operasional telah diterjunkan untuk mengidentifikasi para pelaku melalui serangkaian tindakan kepolisian di lapangan.

"Kami sudah melakukan pengecekan TKP dan pemeriksaan intensif terhadap saksi-saksi," bebernya. 

Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam dan melakukan pengejaran terhadap para pelaku pengeroyokan tersebut agar mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum.

"Selain itu, tim juga sedang menyisir rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian untuk mengidentifikasi identitas para pelaku," tutur dia. 

"Kami terus berkoordinasi dengan keluarga korban," pungkas Kasi Humas. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.