Trian Bawa Luka Jadi Karya, “Ayah Ini Arahnya Ke Mana Ya?” Bikin Haru Penggemar di Ambon
Ode Alfin Risanto April 19, 2026 12:52 PM

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Novanda Halirat

AMBON, TRIBUBAMBON.COM- Gramedia Ambon kembali mengundang penulis-penulis buku di Indonesia.

Salah satunya yang lagi trend kalangan anak muda saat ini, berjudul "Ayah Ini Arahnya Ke Mana Ya?"

Tak disangka, buku yang menggemparkan dan sempat viral ini ternyata ditulis oleh seorang pemuda berkacamata.

Khoirul Trian yang biasa disapa Trian, pria asal Lampung kelahiran 26 September 1998 ini menjadi penulis dengan tema yang menyentuh hati pembaca.

Baca juga: Tahap Akhir Penjaringan Ketua Golkar SBT: Tiga Kandidat Lanjut, Satu Mengundurkan Diri

Baca juga: Prakiraan Cuaca di Maluku Minggu 19 April 2026: Sebagian Wilayah Hujan Ringan dan Berawan

Beberapa karya Trian adalah buku yang mengangkat tema kehilangan dengan cara yang begitu menyentuh.

Setelah berkelana ke seluruh Indonesia, kali ini penulis buku Ayah Ini Arahnya Ke Mana Ya? Tiba dan jumpa penggemar di Kota Ambon.

Perjumpaan ini berlangsung selama tiga hari hari, mulai dari talkshow, bedah buku,cinema visit hingga meet and great.

Tentunya perjalanan penulis jumpa penggemar berada dilokasi yang berbeda-beda di Ambon.

Kali ini meet and great berlangsung di Gramedia Maluku City Mall (MCM) dan diikuti puluhan penggemarnya.

Sesi ini yang pastinya banyak ditunggu-tunggu semua pembaca yaitu, curhat dan bertanya.

Pantauan TribunAmbon.com, Sabtu(18/4/2026), pertemuan ini dihadiri dari berbagai kalangan.

Sambil duduk melantai, penulis dan penggemar berhadapan sembari mendengar alkisahnya.

Trian mulai membangikan pengalamannya, cerita panjangnya sebagai penulis,bahkan menuliskan buku yang mengangkat kisah hidupnya.

Setelah itu, para pembaca yang hadir mulai bertanya-tanya dan curhat untuk melupakan isi hati mereka tentang seorang 'Ayah'

Tak sedikit dari mereka yang harus menggiring tisu, untuk mengusap air mata saat bercerita.

Sesi ini berlanjut dengan mendapatkan wejangan dan nasihat dari penulis buku itu.

*Berawal dari Kisah Nyata Penulis*

Buku Ayah Ini Arahnya Ke Mana Ya? Merupakan sebuah kisah hidup yang nyata.

Perjalanan emosional ini dirasakan langsung oleh penulisnya Khoirul Trian yang kehilangan sosok ayah (Fatherless) sejak kecil.

Buku ini menarasikan kerinduan, kebingungan, dan pencarian makna hidup tanpa arah dari sang ayah.

Sekaligus upaya Trian berdamai dengan masa lalu dan trauma kehilangan.

Kini buku yang dituliskannya sudah disajikan dalam bentuk film yang telah dimodifikasi.

"Sebenernya buku ini berangkat dari apa yang aku alamin sendiri, dan difilmnya itu adalah aku," ujarnya saat diwawancarai TribunAmbon.com.

Proses pembuatan buku dan film ini juga memakan waktu yang cukup lama.

Dia bersyukur semua tahapan dan prosesnya telah dilalui, hingga dapat ditayangkan kepada semua orang.

Tak lupa ia mengucapkan terimakasih kepada pembaca yang sudah membaca dan menonton hasil karyanya.

"Selama proses adaptasi dari buku ke film, cukup lama tapi Alhamdulillah semuanya terbayarkan dengan teman-teman yang suka sama filmnya dan bukunya," tambahnya.

Hal ini yang membuatnya ingin sekali menyapa dan berjumpa dengan pembaca bukunya di seluruh Indonesia.

*Perjalanan Singkat Penuh Makna*

Trian mulai melakukan perjalanannya saat di Kota Ambon, setelah beberapa tempat sebelumnya sempat ia kunjungi.

Namun ini bukan soal sekedar jalan-jalan, tetap rasa kecintaannya kepada semua pembaca bukunya.

Perjalanan yang begitu singkat namun menyentuh hati, sama seperti bukunya.

Pertama kali tiba di Ambon, kata Trian yang paling suka adalah laut.

Menurutnya panorama alam terutama laut sangat indah, membuatnya susah move on.

"Pertama kali datang ke Ambon, Ambon cantik banget, banyak lautnya, aku suka laut," kalimat yang lontarknnya tentang Kota manise ini.

*Sinopsis Buku Ayah Ini Arahnya Ke Mana Ya?*

Buku dengan tebal 164 halaman itu bergenre melodrama yang mengisahkan perjalanan emosional seorang anak yang kehilangan sosok ayah (isu fatherless).

Yang menyebabkan dia harus berfokus pada kesepian, kebingungan, dan pencarian makna hidup tanpa bimbingan sosok ayah.

Konflik batin ketika seorang anak harus kehilangan figur ayah yang memberikan arah hidup.

Setelah berada dalam tanda tanya kehidupan yang besar, buku ini menjadi teman untuk menemukan kembali arah hidup meski dalam ketidakpastian.

Meski mengusung tema yang sedikit berat, namun sangat menyentuh hati kalangan Gen Z saat ini.

Buku ini menyajikan percakapan-percakapan serta refleksi yang mengajak pembaca untuk merenungkan kembali perjalanan hidup mereka.

Namun, buku ini mengajarkan keberlanjutan hidup meski penuh tantangan.

Emosi pembaca akan dibawa naik turun hingga akhirnya bisa mencapai titik ikhlas dalam menerima perjalanan hidup.

Buku ini juga mengajarkan betapa berharganya sosok ayah sebagai panutan dan pentingnya bersyukur jika mereka masih ada.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.