Megawati Ingatkan Jangan Persempit Makna Lemhannas: Bukan Sekadar Lembaga Pencetak Sertifikat
Malvyandie Haryadi April 19, 2026 01:38 PM

​TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri, mengingatkan pentingnya pemikiran geopolitik dalam menjaga arah dan kepentingan bangsa.

Ia menegaskan bahwa kekuatan pertahanan Indonesia harus dibangun dengan misi menjaga perdamaian dunia, di mana doktrin, postur, dan strateginya disusun berdasarkan cara pandang geopolitik.

​Hal tersebut disampaikan Megawati dalam pidatonya pada Peringatan 71 Tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta, Sabtu (18/4/2026). 

​Megawati menuturkan bahwa kesadaran geopolitik merupakan alasan utama Presiden pertama RI, Soekarno, mendirikan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas). 

Namun, ia memberikan kritik tajam terhadap perkembangan lembaga tersebut saat ini.

​“Guna membangun pentingnya pemikiran geopolitik, Bung Karno mendirikan Lemhannas. Lemhannas jangan dipersempit maknanya hanya menjadi lembaga yang mengeluarkan sertifikat kepemimpinan,” tegas Megawati.

​Menurut Presiden Kelima RI ini, Lemhannas seharusnya menjadi wahana penggemblengan bagi calon pemimpin dari berbagai latar belakang, mulai dari sipil, militer, profesional, pakar, budayawan, hingga representasi kepemimpinan adat.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektoral ini untuk kemajuan bangsa.

​“Semua wajib bersatu dalam pemikiran dan cita-cita untuk Indonesia Raya. Semua harus bonded, menjadi satu kekuatan progresif bagi kemajuan peradaban bangsa,” ungkapnya.

​Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa proses di Lemhannas harus mampu menyatukan perasaan senasib sebagai satu bangsa yang membentuk cita-cita masyarakat adil dan makmur.

​“Disatukan dengan tanah airnya, yakni bumi, udara, tanah, dan air sebagai ruang hidup warga Indonesia,” tandas Megawati.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.