TRIBUNBEKASI.COM, SERPONG- Kasus pembunuhan sadis memimpa Widyastuti, warga Jalan Al Mumin, Babakan, Curug, Kabupaten Tangerang.
Polisi berhasil menangkap pelaku. Tenyata pelaku bukanlah orang lain melainkan anak tiri korban.
Lantas kenapa korban dibunuh. Dendam ternyata menjadi alasan pelaku membunuh korban.
Penolakan korban atas keinginan pelaku yang ingin meminjam HP jadi pemicu pelaku membunuh korban.
Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan AKP Wira Graha Setiawan mengungkapkan, pelaku berinisial N menyimpan dendam pribadi terhadap korban.
“Untuk motif sendiri, bahwa memang tersangka memiliki dendam pribadi terhadap ibu tirinya,” ujar AKP Wira Graha Setiawan, Sabtu (18/4/2026).
Hubungan yang tidak harmonis antara pelaku dan korban diduga menjadi latar belakang utama terjadinya peristiwa tragis tersebut.
Peristiwa pembunuhan terjadi saat korban tengah beraktivitas di rumah, tepatnya ketika sedang memotong sayur.
Pelaku kemudian datang dan meminta meminjam telepon genggam milik korban. Namun permintaan tersebut tidak dipenuhi, yang diduga memicu emosi pelaku.
“Pada saat itu korban sedang memotong sayur, kemudian tersangka datang untuk meminjam HP, namun tidak diberikan oleh korban,” kata AKP Wira Graha Setiawan.
Pelaku lalu melakukan aksi kekerasan menggunakan palu dan pisau yang berada di lokasi.
“Akhirnya pelaku melakukan dugaan tindak pidana tersebut dengan menggunakan palu dan pisau,” ujarnya.
Usai kejadian, pelaku sempat melarikan diri sebelum akhirnya berhasil ditangkap di wilayah Periuk, Kota Tangerang dalam waktu kurang dari 24 jam.
Saat ini, pelaku telah diamankan di Polres Tangerang Selatan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
“Saat ini tersangka sudah kami amankan di Polres Tangsel untuk penyidikan lebih lanjut,” tutup AKP Wira Graha Setiawan.
Sebelumnya, Ketua RT 001/06 Satiri mengungkapkan korban pertama kali ditemukan oleh suaminya sepulang kerja.
“Yang menemukan bukan warga, tapi suaminya langsung,” ujar Satiri.
Peristiwa itu diketahui sekitar pukul 17.30 WIB saat suami korban masuk ke dalam rumah kontrakan.
“Biasanya ada kopi, ini kok nggak ada. Pas masuk, dia kaget, korban sudah berlumuran darah,” ucapnya.
Melihat kondisi tersebut, suami korban langsung meminta pertolongan hingga laporan diteruskan ke pihak RT dan kepolisian.
Saat tiba di lokasi, korban sudah tidak bernyawa dengan luka di bagian kepala.
“Lukanya di sekitar kepala. Dari pintu masuk juga langsung kelihatan,” kata Satiri.
Polisi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara hingga malam hari untuk mengungkap kasus tersebut secara menyeluruh.