- Amerika Serikat (AS) terus melanjutkan blokade terhadap kapal-kapal yang keluar atau masuk ke pelabuhan Iran.
Hal ini membuat Iran menutup kembali Selat Hormuz setelah sebelumnya sempat dibuka menyusul gencatan senjata Israel-Lebanon.
Melalui platform X, Komando Pusat AS (CENTCOM) memamerkan pasukannya yang sedang bertugas di Laut Arab.
Mereka melakukan operasi pencegatan menggunakan kapal pendarat dermaga USS Rushmore.
"Pelaut dan Marinir di kapal pendarat dermaga USS Rushmore (LSD 47) melakukan operasi blokade di Laut Arab," tulis CENTCOM di X, Minggu (19/4/2026).
Unggahan lain menampilkan seorang marinir AS sedang memantau kapal tanker di atas kapal amfibi USS New Orleans.
Kemudian kapal perusak berpeluru kendali USS Pinckney berpatroli selama blokade.
CENTCOM mengklaim bahwa operasi tersebut telah sepenuhnya menghentikan ekonomi Iran melalui laut.
Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) telah memperbarui ancamannya.
Pihaknya menegaskan tidak boleh ada satu kapal pun yang lewat Selat Hormuz selama AS mempertahankan blokade.
Jika ada kapal yang nekat, maka otomatis akan menjadi sasaran.
Menurut Axios, setidaknya tiga kapal telah diserang saat mencoba melewati Selat Hormuz.
Dua di antaranya merupakan kapal berbendera India.
Program: Tribunnews Update
Host: Agung Tri Laksono
Editor Video: Nathanael Moer Rahardian
Uploader: bagus gema praditiya sukirman