TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN – Penjualan sapi di Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara, kembali menggeliat menjelang Idul Adha 2026.
Baru beberapa hari didatangkan, ratusan sapi di kawasan Jalan Bhayangkara, Pasir Putih, Kelurahan Karang Anyar, langsung diserbu pembeli hingga sebagian besar sudah dipesan.
Aktivitas di lokasi penjualan terlihat ramai, dengan ratusan sapi memenuhi area penampungan.
Jefri Yunus, penjaga sapi di lokasi tersebut, menyebut tren penjualan saat ini jauh lebih baik dibanding sebelumnya.
Baca juga: BKHIT Tarakan Sasar 3 Titik untuk Ambil Sampel Darah Ratusan Sapi
“Sekarang sapi yang datang di sini sekitar 148 ekor, dari Gorontalo. Baru tiga hari ini masuk,” ujarnya saat ditemui di lokasi.
Pergerakan penjualan pun terbilang cepat.
Dari total sapi yang masuk, sekitar separuhnya sudah lebih dulu dipesan oleh pembeli.
“Sudah ada sekitar 70-an yang keluar. Jadi sudah banyak yang pesan,” jelasnya.
Menurut Jefri, sistem transaksi yang diterapkan cukup fleksibel.
Baca juga: Harga Daging Sapi di Pasar Mangkurawang Kukar Mulai Naik, Sekarang Sudah Rp170.000 Per Kg
Sebagian pembeli memilih melunasi pembayaran, sementara lainnya menggunakan sistem uang muka atau down payment (DP).
“Ada yang bayar lunas, ada juga yang masih DP. Tergantung kita kenal sama orangnya. Kalau cocok, kita kasih DP dulu,” katanya.
Sapi yang telah dipesan umumnya masih dititipkan di kandang untuk dirawat hingga pembayaran dilunasi.
Setelah itu, barulah sapi bisa diangkut oleh pembeli.
“Masih kita rawat di sini. Nanti kalau sudah lunas baru diangkut,” tambahnya.
Baca juga: Sapi Bali Dinilai Paling Cocok Dikembangkan di Paser, Ini Keunggulannya
Dari sisi harga, tahun ini juga terjadi kenaikan dibanding tahun lalu.
Selisihnya diperkirakan mencapai sekitar Rp2 juta per ekor, tergantung ukuran dan bobot sapi.
“Kalau dibanding tahun kemarin, naik sekitar dua jutaan,” ujarnya.
Harga sapi yang ditawarkan bervariasi, mulai dari kisaran Rp20 juta untuk ukuran kecil hingga Rp70 juta untuk ukuran besar.
“Yang paling rendah itu sekitar 20-an juta, yang paling tinggi ada sampai 70-an juta,” jelasnya.
Baca juga: 138 Sapi Kembali Disalurkan ke Peternak Paser Tahun Ini
Perbedaan harga tersebut dipengaruhi bobot sapi.
Untuk harga Rp20 jutaan, bobotnya berkisar di atas 100 kilogram, sementara sapi dengan harga tertinggi bisa mencapai lebih dari 700 kilogram.
“Kalau yang Rp20 jutaan itu bobotnya sekitar 100 kilo lebih. Kalau yang Rp70 jutaan bisa sampai 700 kilogram lebih,” katanya.
Meski jumlah sapi yang tersedia saat ini sekitar 148 ekor, angka tersebut masih lebih sedikit dibanding tahun lalu yang sempat mencapai lebih dari 300 ekor di lokasi yang sama.
Namun, tingginya minat pembeli membuat perputaran sapi tetap terjaga.
Baca juga: Wagub Kaltim Serahkan 21 Sapi Kurban di Masjid Baitul Muttaqien Islamic Center Samarinda
“Kalau tahun lalu di sini bisa sampai 300 lebih. Tapi sekarang walaupun lebih sedikit, yang beli sudah mulai banyak,” ungkapnya.
Jefri menambahkan, pasokan sapi ke Tarakan masih akan terus bertambah dalam waktu dekat.
Pengiriman berikutnya dijadwalkan tiba dalam beberapa hari ke depan.
“Nanti tanggal 7 ada lagi masuk sekitar 150 ekor ke sini,” katanya.
Selain di titik Jalan Bhayangkara, distribusi sapi juga tersebar di beberapa lokasi lain di kawasan Pasir Putih untuk mengakomodasi permintaan yang terus meningkat.
Baca juga: Meski Tengah Menunaikan Haji, Wali Kota Balikpapan Bagikan Ribuan Paket Sapi Kurban ke Warga
“Di tempat lain juga ada, di sekitar Pasir Putih juga, ada yang 100 lebih,” ujarnya.
Ia memastikan seluruh sapi yang masuk telah melalui pemeriksaan kesehatan sehingga aman untuk diperjualbelikan.
Dengan meningkatnya minat pembeli dan kenaikan harga, penjualan sapi di Tarakan diprediksi akan terus naik hingga mencapai puncaknya menjelang Idul Adha.
“Sekarang sudah mulai ramai. Pembeli sudah banyak yang datang,” pungkasnya. (*)