Kenaikan BBM Nonsubsidi Picu Kekhawatiran Dunia Usaha di Riau
Muhammad Ridho April 19, 2026 03:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU -- Lonjakan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi seperti Dexlite hingga Pertamax Turbo dinilai mulai memberi tekanan bagi kalangan dunia usaha di Riau.

Kenaikan harga yang cukup signifikan dalam waktu singkat memicu kekhawatiran terhadap dampak lanjutan, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Riau, Masuri SH, menilai para pelaku usaha saat ini belum siap menghadapi kenaikan biaya operasional yang terjadi secara tiba-tiba. Menurutnya, lonjakan harga BBM akan berdampak langsung terhadap harga barang dan jasa di pasaran.

Masuri menjelaskan, dalam jangka pendek, kenaikan BBM nonsubsidi berpotensi mendorong kenaikan harga barang secara signifikan.

Hal ini terjadi karena biaya distribusi dan produksi ikut meningkat, sehingga pelaku usaha terpaksa menyesuaikan harga jual.

"Pengusaha tidak siap dengan kenaikan yang cukup signifikan ini. Dampaknya otomatis harga barang ikut naik, dan ini bisa memperdalam inflasi," kata Masuri kepada Tribunpekanbaru.com, Minggu (19/4/2026).

Ia menambahkan, kondisi ini tidak hanya dirasakan oleh pelaku usaha besar, tetapi juga sektor usaha kecil dan menengah yang sangat bergantung pada stabilitas biaya operasional.

Baca juga: Pascakenaikan BBM, SPBU Pekanbaru Sepi di Jalur Nonsubsidi

Sementara dalam jangka panjang, Masuri menilai pemerintah perlu segera menyusun strategi kebijakan yang dapat menjaga keberlangsungan usaha di tengah situasi yang tidak menentu.

Ia menyebut, kondisi global saat ini juga turut memengaruhi stabilitas ekonomi nasional.

"Pemerintah perlu mensiasati kebijakan agar usaha masyarakat tetap berjalan. Mungkin dalam kondisi ini pemerintah harus sedikit mundur agar pelaku usaha bisa tetap bergerak," jelasnya.

Masuri juga mengingatkan bahwa pengaruh ekonomi global saat ini sulit diprediksi.

Jika tidak diantisipasi dengan kebijakan yang tepat, kondisi ekonomi dikhawatirkan akan semakin memburuk.

"Kalau tidak diantisipasi, dampaknya bisa makin parah dan ekonomi bisa terpuruk lebih dalam," tuturnya.

( Tribunpekanbaru.com/Alexander )

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.